Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan anggaran sebesar Rp815 miliar untuk program kompor listrik pada tahun 2027.

Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan diversifikasi energi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada impor LPG.

>>> IHSG Sesi I Melonjak 5 Persen Berkat Kabar Damai AS-Iran

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa impor LPG mencapai 80 persen dari total pasokan nasional setiap tahun.

Hal ini membebani keuangan negara dengan devisa yang keluar minimal Rp120 triliun per tahun, bahkan bisa mencapai Rp130 triliun saat harga ICP tinggi.

Subsidi LPG juga mencapai lebih dari Rp80 triliun setiap tahun.

Target Kompor Listrik Berdaya Rendah

Pemerintah menargetkan penyediaan kompor listrik dengan daya di bawah 900 watt.

>>> Pemerintah Buka Peluang Impor Minyak Timur Tengah Usai Jalur Selat Hormuz Pulih

Spesifikasi ini dipilih agar mudah digunakan oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk di kecamatan dan desa.

Bahlil menambahkan bahwa teknologi kompor listrik saat ini sudah jauh lebih berkembang dibandingkan sebelumnya.

Kementerian ESDM juga sedang melakukan penataan untuk mengukur perbedaan positif antara kompor listrik lama dan baru.

>>> Layanan Transportasi Indonesia Dinilai Mampu Bersaing dengan Negara Maju

Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi beban impor dan subsidi energi nasional.