Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajukan alokasi anggaran sebesar Rp 815,56 miliar untuk mendanai program kompor listrik tahun depan.

Langkah ini bertujuan menekan ketergantungan pada impor LPG dan mendiversifikasi konsumsi energi rumah tangga ke sektor kelistrikan.

>>> Ayyoub Bouaddi Jadi Incaran Klub Top Eropa Usai Tampil Apik

Usulan tersebut disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta pada Senin (15/6/2026).

Anggaran itu menjadi bagian dari pagu indikatif Kementerian ESDM untuk tahun anggaran mendatang.

"Kompor listrik, karena ini untuk kita mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain.

Jadi energi yang kita dorong ke depan, tidak hanya tentang LPG tapi kompor listrik, CNG, macam-macam yang kita buat.

Itu sebesar Rp 815,56 miliar," ujar Bahlil.

Pemerintah mengharapkan sinergi dengan legislatif agar program ini tepat sasaran. Bahlil meminta bantuan anggota DPR untuk memetakan daerah yang membutuhkan kompor listrik.

"Ini saya pikir kita juga minta bantuan dari Bapak Ibu Anggota DPR untuk bisa tahu kompor listrik ini yang membutuhkan di daerah-daerah mana saja.

>>> Suzuki Grand Vitara: Lima Fitur Penunjang Kenyamanan Perjalanan Jauh

Supaya bisa kita melakukan kerjasama dan sinkronisasi," ujarnya.

Anggaran Lain untuk Energi Bersih dan Riset

Selain kompor listrik, Kementerian ESDM memproyeksikan dana Rp 635 miliar untuk pengembangan sepeda motor listrik.

Kedua program ini berada di bawah Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) yang mendapat pagu indikatif Rp 1,8 triliun pada 2027.

Di sektor lain, Badan Geologi dijadwalkan menerima Rp 100 miliar untuk peremajaan kapal riset eksplorasi minyak. Bahlil menyebut kapal tersebut sudah berusia puluhan tahun.

"Kemudian di Badan Geologi, itu sebesar Rp 100 miliar. Karena itu kita bangun kapal untuk kita melakukan eksplorasi terhadap cadangan-cadangan minyak kita.

Kapal kita ini, sebelum saya lahir, kapal ini sudah ada. Sampai sekarang masih dipakai.

>>> Harga Bitcoin Turun ke US$112.475 pada 23 September 2025

Mana kapal-kapal Badan Geologi? Dari tahun 70-an kapal ini," ujarnya.