Layanan transportasi di Indonesia dinilai sudah mampu bersaing dengan negara maju, terutama di sektor perkeretaapian.

Hal ini diungkapkan oleh akademisi dan pengamat transportasi darat, Djoko Setijowarno, dalam podcast "Menilik Transformasi Pelayanan Kereta Api di Indonesia" di Marketeers TV.

>>> Memahami Perbedaan Malam 1 Suro dan 1 Muharram yang Kerap Dianggap Sama

Menurut Djoko, transformasi layanan yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu contoh sukses pengelolaan transportasi publik di Indonesia.

Konsistensi KAI dalam menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan berorientasi pada pelanggan membuat perusahaan ini tidak hanya menjadi rujukan di sektor transportasi, tetapi juga menginspirasi berbagai industri lain.

"Konsistensi dalam menghadirkan layanan berkualitas membuat banyak perusahaan menjadikan KAI sebagai sumber inspirasi, tidak hanya perusahaan transportasi," ujar Djoko, dikutip Senin (15/6/2026).

Dia menilai, jika dibandingkan dengan sejumlah negara maju, layanan KAI menjadi contoh bagaimana operator transportasi dapat mengelola sistem yang tertib dan berfokus pada pengalaman pelanggan.

Tingkat kedisiplinan pengguna transportasi publik di Indonesia juga dinilai cukup baik dan turut mendukung kualitas layanan.

Djoko mencontohkan, di beberapa kota besar dunia seperti Paris, masih ditemukan praktik pengguna yang menerobos gate untuk menghindari pembayaran tiket.

Kondisi serupa relatif jarang terjadi di Indonesia.

>>> iCAR V23 Kenalkan Diri Lewat Pop Up Booth di Lima Kota

Fenomena tersebut menunjukkan keberhasilan layanan KAI tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga didukung oleh budaya disiplin masyarakat.

Pengalaman studi banding ke berbagai negara juga memperlihatkan bahwa layanan KAI dan transportasi publik Indonesia secara umum memiliki daya saing yang kuat.

Sejumlah fasilitas publik di Indonesia bahkan dapat dikelola lebih baik dibandingkan beberapa negara yang sebelumnya menjadi tujuan pembelajaran.

Salah satu contoh keunggulan layanan KAI adalah penyediaan fasilitas musala di berbagai stasiun.

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, kebutuhan ruang ibadah menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan masyarakat.

"Kehadiran fasilitas tersebut menunjukkan bahwa layanan KAI tidak hanya berfokus pada aspek operasional, tetapi juga mampu memahami kebutuhan sosial dan budaya masyarakat yang dilayaninya," kata Djoko.

>>> Kemenkeu Terima Penerimaan Negara Rp 1,02 Triliun dari Pemulihan Aset

Dia menegaskan, keberhasilan layanan KAI juga tercermin dari semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel.