Pola makan diet Tayyibat tengah memicu kontroversi besar di Timur Tengah. Metode ini diklaim pengikutnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kronis secara alami tanpa obat-obatan.

Namun, tren kesehatan ini mendapat respons negatif dari pemerintah setempat.

>>> Banjir dan Longsor di Sumatra Ancam Kelestarian Orang Utan Tapanuli

Otoritas medis di Arab Saudi dan Mesir secara resmi menerbitkan peringatan keras terkait bahaya penerapan pola makan tersebut.

Sistem nutrisi yang dikenal dengan nama nizam el tayyibat ini disebarluaskan oleh Diaa El Awady.

Ia adalah seorang dokter asal Mesir dengan latar belakang keahlian di bidang anestesi dan perawatan intensif.

Prinsip dasar metode ini membagi asupan menjadi golongan makanan baik dan buruk.

Gerakan ini percaya bahwa pemulihan organ pencernaan dan menjauhi pemicu inflamasi dapat memperbaiki gangguan kesehatan jangka panjang.

Menu yang diperbolehkan meliputi daging sapi, daging kambing, kentang, nasi, kurma, pisang, anggur, keju spesifik, serta lemak hewani.

Sebaliknya, pola ini membatasi banyak komoditas yang umumnya dinilai menyehatkan.

Diet Tayyibat melarang keras konsumsi telur, ayam, susu segar, dan yoghurt. Penganutnya juga tidak boleh makan hidangan laut, sayuran hijau, tomat, bawang, pasta, tepung gandum, serta kacang-kacangan.

Para promotor berargumen bahwa eliminasi kelompok pangan ini berfungsi menenangkan saluran cerna agar tubuh memulihkan diri. Kebijakan ekstrem ini memicu kecemasan di kalangan praktisi medis profesional.

>>> Jemaah Haji di Makkah Bisa Saksikan Pergantian Kiswah Ka'bah 1 Muharram

Ancaman Komplikasi Jiwa di Arab Saudi

Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan sejumlah kasus fatal di mana pasien terpaksa dilarikan ke unit perawatan intensif.

Kondisi kritis ini terjadi setelah pasien diabetes nekat menghentikan terapi insulin demi mengikuti diet tersebut.