Pihak kementerian menegaskan belum ada basis ilmiah kuat yang memvalidasi diet Tayyibat sebagai substitusi pengobatan medis.

Memotong dosis atau menghentikan obat tanpa pengawasan ahli sangat berisiko memicu komplikasi fatal.

Ancaman Defisiensi Gizi dan Popularitas Digital

Dampak buruk lain yang disoroti otoritas adalah risiko malanutrisi. Penghapusan kelompok pangan esensial dinilai menghilangkan zat gizi mikro yang sangat mendasar bagi kinerja normal organ tubuh.

Kekhawatiran senada diutarakan oleh dokter endokrin dan ahli gizi di Mesir.

Mereka menilai pola ini memotong suplai protein, kalsium, dan zat besi, namun justru meningkatkan asupan pati dan gula dalam volume besar.

Pakar medis khawatir penderita darah tinggi, diabetes, dan gangguan ginjal akan mengabaikan pengobatan karena terbuai klaim bebas obat.

>>> 21 Februari: HPSN, Hari Bahasa Ibu, dan World Thinking Day

Meski dilarang pemerintah, gerakan ini tetap masif menyebar lewat kesaksian pengguna di TikTok dan Telegram.