Pemerintah Usul Anggaran Rp 815 Miliar untuk Kompor Listrik
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan anggaran sebesar Rp 815,56 miliar untuk melanjutkan program pembagian kompor listrik pada tahun depan.
Usulan ini disampaikan dalam rapat di DPR, Jakarta, pada Senin (15/6/2026). Rencana pembatasan impor LPG menjadi latar belakang utama pengajuan program tersebut.
>>> Katsuhiro Harada Bocorkan Gameplay Karakter Baru Wuthering Waves
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan LPG impor. Saat ini, 80 persen kebutuhan LPG nasional dipenuhi dari luar negeri.
Kondisi ini berdampak pada stabilitas keuangan negara.
Setiap tahun, pemerintah kehilangan devisa lebih dari Rp 130 triliun untuk impor LPG, ditambah subsidi di atas Rp 80 triliun.
"Di saat ICP seperti ini, devisa kita keluar untuk membeli LPG itu sekitar di atas Rp 130 triliun.
Subsidinya di atas Rp 80 triliun. Nah kalau kondisi ini terus kita biarkan tanpa mencari diversifikasi bauran energi, itu akan menjadi soal.
Maka salah satu alternatifnya adalah kita dorong kompor listrik," ujar Bahlil.
Sebagai langkah awal, kementerian tengah mengkaji teknologi kompor listrik yang cocok untuk daya listrik rendah. Fokusnya pada rumah tangga dengan daya di bawah 900 VA.
"Supaya rakyat kita yang di daerah-daerah yang di kecamatan, di desa itu bisa dipakai dengan listrik kapasitas daya mereka yang ada," kata Bahlil.
>>> Jadwal Timnas Indonesia di Kualifikasi Asian Games 2026 Mobile Legends
Bahlil menanggapi kekhawatiran publik tentang penolakan program serupa sebelumnya. Ia memastikan ada pembaruan teknologi pada kompor listrik yang akan didistribusikan.
"Ada model kompor listrik yang model baru.
Jadi memang semakin ke sini ada teknologi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan teknologi kompor listrik yang lama.
Nah kita juga sekarang sedang lagi melakukan penataan terhadap seberapa besar sih perbedaan positif dari kompor listrik lama dengan kompor listrik baru," ujarnya.
Mengenai jumlah unit yang bisa diadakan dengan anggaran Rp 815,56 miliar, kementerian belum memberikan angka pasti. Jumlah tersebut masih menunggu pembahasan dengan DPR.
"Nanti tunggu kita pembahasan anggaran dengan DPR, mungkin di bulan Agustus baru bisa keluar berapa jumlah unit," ujar Bahlil.
Program kompor listrik sebelumnya pernah direncanakan namun batal. Saat itu, target distribusi mencapai 300 ribu unit, tetapi tidak terealisasi.
>>> Pemerintah Lanjutkan Kontrak Impor Minyak Mentah Jangka Panjang
"300 ribu (kompor listrik) nggak jadi ya," ujar Adi Priyanto, Direktur Distribusi PT PLN (Persero).
Update Terbaru
Promo PSM Alfamart 16-23 April 2026: Diskon Produk Perawatan dan Camilan
Senin / 15-06-2026, 22:21 WIB
FLIFE Hadirkan AC FLOO Standard Series untuk Kenyamanan Termal dan Efisiensi Energi
Senin / 15-06-2026, 22:21 WIB
Huawei Mate 80 Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Andalkan Kamera Premium
Senin / 15-06-2026, 22:20 WIB
Kesepakatan Damai AS-Iran Kurangi Beban Subsidi APBN
Senin / 15-06-2026, 22:20 WIB
DPR Setujui Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk Timnas
Senin / 15-06-2026, 22:20 WIB
Bayern Munchen Dekati Nathaniel Brown Usai Tampil Memukau di Piala Dunia
Senin / 15-06-2026, 22:20 WIB
Manchester United Gagal Dapat Cucurella, Incar Alvaro Carreras
Senin / 15-06-2026, 22:20 WIB
Manuel Neuer Cetak Tiga Rekor Bersejarah pada Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 22:19 WIB
Cara Mudah Mengaktifkan PayLater di TikTok Shop untuk Belanja Cicilan
Senin / 15-06-2026, 22:19 WIB
Gagal Rekrut Cucurella, Manchester United Incar Alvaro Carreras
Senin / 15-06-2026, 22:19 WIB
ITV Umumkan Komentator dan Pandit untuk Laga Spanyol vs Tanjung Verde
Senin / 15-06-2026, 22:17 WIB
DPR Minta Badan Gizi Nasional Perbaiki Usulan Anggaran 2027
Senin / 15-06-2026, 22:17 WIB
Dewi Perssik Biasakan Mengaji Sebelum Syuting Program Televisi
Senin / 15-06-2026, 22:16 WIB
Dupoin Futures Indonesia Perluas Literasi Perdagangan Berjangka di PRJ 2026
Senin / 15-06-2026, 22:16 WIB






