Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajukan alokasi dana sebesar Rp 815,56 miliar untuk program pembagian kompor listrik pada tahun depan.

Langkah ini diambil untuk menekan ketergantungan terhadap impor LPG yang saat ini mencapai 80 persen.

>>> Spanyol Siap Hadapi Cape Verde di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Bahlil menyebutkan bahwa devisa negara yang keluar untuk membeli LPG mencapai lebih dari Rp 130 triliun per tahun, dengan subsidi di atas Rp 80 triliun.

"Kalau kondisi ini terus kita biarkan tanpa mencari diversifikasi bauran energi, itu akan menjadi soal.

Maka salah satu alternatifnya adalah kita dorong kompor listrik," ujarnya di DPR, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Teknologi Baru Kompor Listrik

Kementerian ESDM kini mengkaji penerapan teknologi kompor listrik yang sesuai bagi pelanggan rumah tangga berdaya di bawah 900 VA.

Bahlil menyebutkan adanya model kompor listrik baru yang lebih baik dibandingkan teknologi lama.

>>> Honor Siapkan Smartphone dengan Layar 10.000 Nits dan Baterai 10.000 mAh

"Ada model kompor listrik yang model baru. Jadi memang semakin ke sini ada teknologi yang jauh lebih baik," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan penataan terhadap perbedaan positif antara kompor listrik lama dan baru.

Terkait jumlah unit yang akan didistribusikan dari pagu Rp 815,56 miliar, kementerian belum merilis angka pasti.

"Nanti tunggu kita pembahasan anggaran dengan DPR, mungkin di bulan Agustus baru bisa keluar berapa jumlah unit," ujar Bahlil.

>>> Jordan Henderson Berharap Luka Modric Tampil Buruk di Piala Dunia 2026

Sebagai catatan, program serupa pernah direncanakan sebelumnya dengan target distribusi 300 ribu unit, namun akhirnya dibatalkan pada 2022.