Anggapan bahwa menopause dan perimenopause menandai berakhirnya masa produktif perempuan masih kerap ditemui di masyarakat.

Banyak perempuan merasa perlu membatasi aktivitas, menunda cita-cita, atau pasrah pada anggapan bahwa usia matang menjadi penghalang untuk mencoba hal baru.

>>> Leo/Daniel Melaju ke Final Thailand Open 2026 Usai Tekuk Wakil China

Padahal, memasuki usia 40 tahun ke atas atau berada dalam fase transisi hormonal tidak seharusnya menghentikan langkah seseorang untuk berkembang.

Nyatanya, cukup banyak perempuan yang tetap aktif, memiliki arah hidup jelas, dan berani mengejar impian yang belum terwujud.

Pendiri We Pause We Rise, Mia Lukmanto, menjelaskan bahwa perempuan di fase perimenopause maupun menopause memiliki kesempatan yang sama untuk terus bertumbuh dan mencetak prestasi baru.

Menurutnya, salah satu kekeliruan yang sering terjadi adalah anggapan bahwa perempuan yang telah menopause harus membatasi ruang gerak mereka.

“Wanita-wanita yang sudah menopause atau perimenopause itu masih boleh banget bermimpi.

Bahkan ada temanku yang umurnya sudah 40-an tapi sudah ikutan World Major Marathon,” kata Mia dalam talkshow Ageless Festival di PIM 3, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2026).

Banyak bukti nyata menunjukkan bagaimana para perempuan mampu menorehkan prestasi luar biasa pada usia matang.

Hal ini menegaskan bahwa determinasi untuk maju tidak bisa diukur hanya dari angka usia.

Kematangan Pengalaman di Usia 40 Tahun ke Atas

Perempuan yang telah menginjak usia kepala empat tetap memiliki hak penuh untuk mematok target besar, baik dalam karier, pendidikan, olahraga, maupun ranah pribadi.

“Di umur-umur 40-an itu masih boleh banget jika perempuan punya mimpi, keinginan atau tujuan hidup tertentu. Usia itu tidak menghalangi semua mimpi yang ada,” ujar Mia.