Perempuan pada kelompok usia ini umumnya telah memiliki bekal pengalaman hidup yang lebih matang.

Pengalaman tersebut menjadi aset berharga untuk memformulasikan keputusan, menentukan arah melangkah, dan mengejar target yang sempat tertunda.

Meskipun perubahan fisik selama perimenopause dan menopause membawa tantangan tersendiri, hal itu tidak menjadi alasan untuk berhenti menyusun rencana baru.

Momentum ini justru dapat dimanfaatkan sebagai waktu untuk memahami diri, menyusun prioritas, dan menjalani hidup sesuai nilai personal.

Fondasi Kesehatan dalam Mewujudkan Impian

Di samping memotivasi perempuan untuk terus melangkah, Mia mengingatkan bahwa kesehatan fisik dan mental merupakan pilar utama dalam merealisasikan target.

>>> Swedia Hajar Tunisia 5-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

“Tentunya, kondisi fisik harus fit, mood juga harus bagus.

Badan, pikiran, dan mental itu harus dalam kondisi yang baik dan netral, supaya bisa menunjang kita dalam mewujudkan mimpi tersebut,” ungkap Mia.

Fase transisi ini memang berdampak pada stabilitas tubuh dan aspek emosional.

Oleh karena itu, menjaga kebugaran fisik, pola makan sehat, kualitas tidur, dan kesehatan mental menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan.

Kondisi tubuh dan pikiran yang prima membuat seseorang lebih tangguh menghadapi tantangan dan memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas.

Keseimbangan ini membantu perempuan melewati proses perubahan hormonal dengan nyaman dan percaya diri.

Usia Produktif bagi Laki-Laki

Pandangan serupa juga disampaikan oleh dr. Boyke Dian Nugraha, Sp. OG, MARS, dokter spesialis kandungan dan seksolog.

Menurutnya, proses penuaan tidak seharusnya menyurutkan semangat seseorang dalam mengejar cita-cita.

“Setuju, saya pun di usia 69 tahun ini baru saja naik Gunung Lawu.