Dokter Boyke Ungkap Cara Hadapi Menopause dan Andropause
Fase menopause sering dianggap sebagai awal masa tua yang menghambat aktivitas. Namun, pakar kesehatan reproduksi meluruskan anggapan tersebut.
Menurut dr. Boyke Dian Nugraha, baik perempuan maupun laki-laki tetap bisa produktif meski mengalami perubahan hormon akibat penuaan.
>>> Kylian Mbappe Berjanji Tingkatkan Kontribusi Bertahan di Piala Dunia 2026
Kemajuan teknologi kesehatan disebut mampu memperlambat dampak penuaan.
Dokter spesialis kandungan dan seksolog itu menjelaskan bahwa masyarakat lebih familier dengan menopause pada wanita. Padahal, pria juga mengalami fase serupa yang disebut andropause.
"Menopause itu tak cuma pada perempuan, tapi laki-laki juga ada yang namanya andropause.
Di kondisi ini, testosteronnya kurang, impotensi, ejakulasi dini, kadang-kadang prostatnya juga terganggu," ujar dr. Boyke dalam talkshow Ageless Festival di PIM 3, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2026).
Gejala Fisik dan Perubahan Emosional
Menopause dipicu penurunan drastis hormon reproduksi perempuan, sedangkan andropause terjadi karena berkurangnya testosteron seiring usia. Fluktuasi hormonal ini memicu perubahan signifikan pada fisik dan psikologis.
"Pada perempuan bisa memicu mood swing, hot flashes, menjadi lebih emosional, kulit menjadi lebih kering, dan berbagai tanda lainnya," tutur dr. Boyke.
Ketidaksiapan menghadapi gejala emosional seperti perubahan suasana hati mendadak menjadi tantangan tersendiri. Efek fisik seperti hot flashes juga mengganggu tidur dan menurunkan rasa percaya diri.
>>> Menteri PU Alihkan Anggaran Asrama IPTC untuk Gedung Edukasi dan GOR
Pentingnya Dukungan Sosial dan Terapi Kesehatan
Menghadapi transisi biologis ini membutuhkan peran aktif lingkungan sekitar. Faktor emosional yang tidak stabil perlu perhatian khusus dari orang terdekat.
"Di fase menopause ataupun andropause, mereka butuh support dari kelompok terdekat. Sebab, ketika menopause, beberapa wanita tidak siap menghadapinya," katanya.
Kehadiran pasangan, sahabat, dan keluarga dinilai efektif menekan kecemasan serta stres selama masa perubahan hormon.
Dr. Boyke menegaskan bahwa anggapan hilangnya produktivitas setelah menopause adalah keliru. "Dengan kemajuan sekarang ini, proses penuaan itu bisa ditunda.
Ada anggapan kalau sudah menopause itu sudah tua dan tidak bisa aktif lagi, padahal tidak begitu," ujarnya.
Langkah pencegahan meliputi pola makan sehat, tidur cukup, olahraga rutin, manajemen stres, dan konsumsi suplemen teruji.
>>> Siasati Psikotes Kerja 2026 agar Tidak Gugur di Tengah Jalan
Dunia kedokteran juga menyediakan terapi modern seperti V-Lux untuk kegel otomatis, aromaterapi, dan bioenergi untuk merangsang produksi hormon.
Update Terbaru
Samsung Permudah Proses Masuk dan Keluar Program Beta One UI
Senin / 15-06-2026, 21:41 WIB
TSMC Serius Kejar Keunggulan Chip Packaging Samsung
Senin / 15-06-2026, 21:40 WIB
Nasib Layar OLED China untuk Galaxy S27 Ditentukan Bulan Ini
Senin / 15-06-2026, 21:40 WIB
Jose Mourinho Dikabarkan Siap Kembali Latih Real Madrid
Senin / 15-06-2026, 21:40 WIB
Aturan Parenting 5:1 Bantu Bangun Hubungan Sehat Orang Tua dan Anak
Senin / 15-06-2026, 21:40 WIB
Ben Affleck dan Matt Damon Bintangi Film The RIP di Netflix
Senin / 15-06-2026, 21:40 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp 34.000 per Gram pada 7 Oktober 2025
Senin / 15-06-2026, 21:40 WIB
Samsung Dikabarkan Garap Chip Otak Generasi Baru untuk Neuralink
Senin / 15-06-2026, 21:39 WIB
Tiga Hari Besar yang Diperingati Setiap 22 Februari
Senin / 15-06-2026, 21:39 WIB
Spanyol Hadapi Cape Verde di Laga Perdana Grup H Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 21:39 WIB
Galaxy S25 Mulai Dapatkan Fitur Notification Highlights Lewat Pembaruan Terbaru
Senin / 15-06-2026, 21:37 WIB
Samsung Mulai Uji Coba One UI 9 untuk Galaxy A16 5G
Senin / 15-06-2026, 21:37 WIB
Samsung Hadirkan Koleksi Art Basel 2026 di Samsung Art Store
Senin / 15-06-2026, 21:37 WIB
10 Fitur Galaxy AI Terbaik di Samsung Galaxy S26 Ultra
Senin / 15-06-2026, 21:36 WIB






