Siklus menstruasi yang mulai tidak teratur pada perempuan berusia 40 hingga 50 tahun sering dianggap sebagai tanda berakhirnya masa subur.

Namun, perubahan pola haid tersebut belum tentu menandakan bahwa seorang perempuan telah sepenuhnya memasuki masa menopause.

>>> Qatar Tahan Imbang Swiss 1-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Sebelum menopause, perempuan akan melewati masa transisi yang disebut perimenopause. Pada fase ini, peluang untuk hamil memang menurun, tetapi kemungkinan tersebut belum sepenuhnya tertutup.

Perimenopause merupakan masa peralihan menuju menopause yang dapat dimulai beberapa tahun sebelum menstruasi benar-benar berhenti. Fase ini umumnya berlangsung pada usia akhir 30-an atau 40-an tahun.

Penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron pada masa perimenopause menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur.

Meski demikian, ovarium masih bisa melepaskan sel telur sehingga pembuahan alami tetap dapat terjadi.

Fakta Kesuburan dan Ciri-Ciri Menopause

Menopause didefinisikan sebagai kondisi ketika seorang perempuan tidak lagi mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab medis lain.

Pada tahap ini, ovarium berhenti memproduksi sel telur sehingga kemampuan reproduksi alami berakhir.

Setelah menopause, perempuan memasuki fase postmenopause dengan kadar hormon reproduksi yang jauh lebih rendah dan tubuh tidak lagi mengalami ovulasi secara alami.

Rata-rata menopause terjadi pada usia 52 tahun, meskipun gejalanya bervariasi.

Indikasi umum sejak perimenopause meliputi hot flashes, perubahan suasana hati, keringat malam, gangguan tidur, vagina kering, penurunan gairah seksual, dan sulit berkonsentrasi.

>>> Lo Kheng Hong Kembali Borong Saham GJTL, Kepemilikan Tembus 6,68%

Dr. Catherine Caponero, DO, dokter kandungan dan spesialis menopause dari Cleveland Clinic, menjelaskan bahwa kesuburan tidak turun hingga nol sampai menopause tercapai.