Kurang tidur pada ibu hamil ternyata berkaitan erat dengan peningkatan risiko kecemasan.

Temuan ini diungkap dalam penelitian terbaru dari Washington University in St. Louis yang dipublikasikan di jurnal Sleep pada Kamis (11/6/2026).

>>> Korlantas Polri Siapkan SIM Digital untuk Pantau Pelanggaran Lalu Lintas

Riset tersebut melibatkan sekitar 230 perempuan yang dipantau sejak awal kehamilan hingga setelah melahirkan. Para peneliti mengamati pola tidur, tingkat kecemasan, serta gejala obsesif-kompulsif (OCD) selama masa perinatal.

Hasil data menunjukkan bahwa durasi tidur yang lebih pendek secara konsisten berkaitan dengan peningkatan kecemasan. Menariknya, gangguan tidur cenderung muncul lebih awal sebelum gejala kecemasan berkembang.

Penyebab Gangguan Tidur pada Ibu Hamil

Beberapa faktor menjadi penyebab kerentanan gangguan tidur pada ibu hamil. Perubahan hormon, ketidaknyamanan fisik akibat perut membesar, frekuensi buang air kecil, hingga kekhawatiran menjelang persalinan turut berperan.

Kurang tidur juga menurunkan kemampuan otak dalam mengelola stres. Ibu hamil yang memiliki kemampuan menghadapi tekanan dengan baik cenderung lebih terlindungi dari dampak buruk kurang tidur.

>>> DPR Naikkan Batas Bawah Target Penerimaan Negara KEM PPKF 2027

Sebaliknya, gangguan tidur memicu kecemasan lebih berat pada mereka yang kesulitan menghadapi perubahan kehamilan.

Tips Meningkatkan Kualitas Tidur

Kualitas tidur dapat ditingkatkan dengan mengatur jadwal tidur yang konsisten. Mengurangi penggunaan gadget 30–60 menit sebelum tidur juga dianjurkan.

Pembatasan konsumsi kafein setelah siang hari dan penggunaan bantal penyangga kehamilan membantu meningkatkan kenyamanan. Relaksasi sebelum tidur seperti pernapasan dalam, meditasi, atau membaca buku juga bermanfaat.

>>> Polri Sita Pabrik Pengolahan Emas Ilegal Senilai Rp 25,9 Triliun

Menciptakan lingkungan kamar yang sejuk dan melakukan aktivitas fisik ringan di siang hari, seperti jalan kaki, turut memperbaiki kualitas tidur malam.