Penerapan label karbon dan pajak karbon pada produk pangan dinilai efektif dalam menekan emisi gas rumah kaca sekaligus menjaga kenaikan biaya hidup konsumen tetap rendah.

Temuan ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Economics and Management. Penelitian tersebut melibatkan peneliti dari Universitas Trento di Italia yang bekerja sama dengan Universitas Exeter.

>>> Christian Sugiono Ungkap Standar Hunian Nyaman dan Fungsional di Tengah Kesibukan Jakarta-Bali

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan label karbon bisa menurunkan jejak karbon rata-rata keranjang belanja sebesar 5,6 persen.

Angka itu setara dengan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 2,7 persen di Inggris.

Sementara itu, implementasi pajak karbon sebesar £60 per metrik ton CO2 pada produk dengan emisi tertinggi dapat menekan jejak karbon hingga 10 persen.

Uniknya, dengan memadukan kedua kebijakan tersebut justru lebih efisien. Konsumen hanya perlu menanggung kenaikan biaya hidup sekitar £34 per orang per tahun.

Pendekatan ini dinilai manjur dalam mempertahankan efektivitas penurunan emisi sekaligus mengurangi beban finansial masyarakat.

Simulasi Supermarket Online

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan simulasi supermarket online yang melibatkan sekitar 5.000 responden di Inggris.

Para peneliti mengumpulkan data mengenai jenis produk yang dibeli, frekuensi pembelian, dan jumlah konsumsi untuk mengukur perubahan perilaku belanja setelah diberi label karbon.

Tujuan simulasi tersebut adalah untuk melihat bagaimana konsumen menanggapi informasi mengenai emisi pada produk pangan.

>>> Cara Cek Bansos PKH Tahap 3 2026, Penyaluran Dimulai 20 Juli untuk Penerima DTSEN

Peneliti dari Universitas Trento, Dr. Michela Faccioli, mengatakan bahwa mereka merancang lingkungan supermarket online simulasi dan mengumpulkan data dari sekitar 5.000 responden di Inggris mengenai produk yang biasa mereka beli, seberapa sering, dan dalam jumlah berapa.