Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menjadi sorotan setelah mengungkapkan kebiasaan tidurnya yang sangat singkat.

Dalam sebuah cuitan, ia mengaku hanya tidur tiga jam atau bahkan nol jam per malam selama hari kerja.

>>> Tren Jasa Balikan dengan Mantan Viral, Klaim Sukses 90 Persen, Hasilnya?

Wanita berusia 65 tahun itu mengatakan bahwa akhir pekan libur nasional menjadi saat langka di mana ia bisa tidur hingga lima jam penuh.

Ia menyebut peningkatan itu sebagai sesuatu yang istimewa.

Meski waktu istirahatnya minim, Sanae tetap meluangkan waktu untuk pekerjaan rumah tangga. Ia membersihkan kamar mandi, mencuci piring, mencuci pakaian, dan merapikan barang-barang setelah pulang ke kediaman.

Setelah itu, ia menghabiskan waktu hingga subuh untuk membaca bahan bacaan dari Kantor Perdana Menteri atau mempersiapkan sesi tanya jawab.

Daripada mencari hiburan, ia memilih menyetrika sapu tangan dan memperbaiki pakaian.

Budaya Kerja Keras Jepang

Kebiasaan bekerja keras hingga larut malam merupakan bagian dari budaya Jepang.

Namun, hal ini tidak selalu baik karena dapat menyebabkan kelelahan ekstrem yang dikenal dengan istilah 'karoshi', yaitu kematian akibat terlalu banyak bekerja.

>>> FitFlop Gandeng Pantone, Hadirkan Sepatu Warna Pastel dari Sneakers hingga Mary-Jane

Menurut laporan ABC, ratusan orang di Jepang meninggal setiap tahun karena stroke, serangan jantung, atau bunuh diri akibat kelelahan kerja.

Reformasi terhadap budaya kerja mulai terjadi setelah seorang dokter bunuh diri pada 2022.

Sanae Takaichi sendiri pernah dikritik karena memanggil asistennya untuk rapat pukul 3 pagi.

Ia juga mengaku akan menghapus keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi serta terus bekerja tanpa henti.

Efek Kurang Tidur

Peneliti dari Queensland Brain Institute, Bruno van Swinderen, mengatakan bahwa seseorang dengan pola tidur seperti Sanae akan mengalami kekurangan tidur yang sangat parah.

Hal ini dapat memengaruhi pengaturan emosi dan fleksibilitas kognitif.

Sanae bukan satu-satunya pemimpin dunia yang tidur sebentar. Mantan PM Inggris Margaret Thatcher hanya tidur empat jam, begitu pula mantan Kanselir Jerman Angela Merkel.

>>> Ramalan Zodiak 25 Juli: Sagitarius Kerja Keras, Scorpio Jangan Cepat Puas

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga hanya istirahat empat hingga lima jam dan kerap mengirim pesan pada dini hari.