"Anda tidak lebih subur selama perimenopause, tetapi kesuburan tidak turun hingga nol sampai Anda mencapai menopause," katanya.

Kekeliruan sering terjadi ketika perempuan mengira dirinya sudah menopause, padahal masih dalam fase perimenopause yang memungkinkan ovulasi sesekali.

Peluang Bayi Tabung dan Risiko Medis

Meskipun kehamilan alami tidak mungkin setelah menopause, teknologi reproduksi berbantu seperti fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung dapat membuka peluang.

Dr. Barry Aron, dokter spesialis kebidanan dan ginekologi bersertifikasi ABMS, menyatakan bahwa satu-satunya cara hamil setelah menopause adalah dengan IVF dan donor sel telur, sel telur beku, atau embrio beku.

Prosedur IVF setelah menopause memerlukan pertimbangan medis ketat terkait usia, kondisi jantung, tekanan darah, dan kesehatan menyeluruh.

Perempuan pascamenopause juga membutuhkan terapi hormon untuk mempersiapkan rahim sebelum embrio ditanamkan.

Kehamilan pada usia lanjut melalui program bayi tabung memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.

Bagi ibu, risikonya meliputi diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, plasenta previa, keguguran, kehamilan ganda, hingga operasi caesar.

>>> Oreo x BTS Manjakan ARMY di Festa in the Park Jakarta dengan Rasa Hotteok

Sedangkan risiko bagi janin meliputi berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan komplikasi lain yang terkait dengan usia ibu lanjut.