Distribusi mobil listrik BYD Atto 1 dari pabrik ke dealer mengalami penurunan signifikan pada Mei 2026. Berdasarkan data terbaru, angka wholesales model tersebut hanya mencapai 26 unit.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pencapaian sepanjang tahun 2025.

>>> Katalog Promo Superindo Weekday 13-16 April 2026: Diskon hingga 40%

Saat itu, BYD Atto 1 sukses menjadi raja mobil listrik di Indonesia dengan total distribusi mencapai 22.582 unit.

Namun, performa pengiriman melemah pada lima bulan pertama 2026. Total akumulasi distribusi baru mencapai 7.867 unit.

Penurunan pasokan mulai terlihat sejak Maret yang tercatat sebanyak 672 unit. Angka itu menyusut menjadi 108 unit pada April, hingga akhirnya hanya 26 unit di bulan Mei.

Padahal, volume distribusi pada bulan-bulan sebelumnya konsisten melampaui 1.000 unit. Lonjakan pengiriman pada 2025 dipicu oleh langkah intensif pabrikan mendatangkan unit secara utuh (CBU) sejak awal peluncuran.

Penyesuaian Stok dan Transisi Produksi Lokal

Penurunan volume pada April dan Mei 2026 disinyalir sebagai bagian dari strategi penyesuaian stok internal. Langkah ini diambil di tengah upaya optimalisasi operasional pabrik perakitan lokal di Indonesia.

Fasilitas produksi dalam negeri dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2026.

Pabrikan yang telah memanfaatkan kuota impor besar pada tahun lalu kini harus merealisasikan komitmen investasi dan memproduksi unit secara lokal (CKD).

Pasokan pada April dan Mei 2026 diduga merupakan sisa pembersihan stok inventori dari pengapalan akhir tahun lalu. Langkah ini sekaligus menjadi strategi penyelarasan operasional internal.

Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan penurunan tersebut merupakan dampak dari transisi.