PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group sukses menyelesaikan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue pada Rabu (17/6/2026).

Aksi tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 266,96 miliar.

>>> Cara Cek Bansos 2026: Panduan Mudah Status PKH dan BPNT

Manajemen perusahaan telah melaporkan realisasi penggunaan dana hasil rights issue hingga 31 Desember 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Sisa dana yang belum terpakai saat ini ditempatkan pada instrumen perbankan untuk menjaga likuiditas dan mendukung pengembangan usaha.

Penguatan Modal dan Operasional

Direktur Utama Win&Co Group Sugianto Soenario menjelaskan bahwa seluruh dana digunakan untuk menyokong kebutuhan modal kerja dan memperkokoh struktur finansial internal.

Menurut dia, penguatan modal dan efisiensi biaya menempatkan perusahaan pada jalur pertumbuhan yang lebih sehat.

Sepanjang 2025, perusahaan telah mengimplementasikan sistem enterprise resource planning (ERP) berbasis SAP dan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 12.000 ton per tahun.

>>> DEN Optimis Investor Asing Segera Kembali ke Pasar Modal Indonesia

Emiten berkode saham COCO ini mencatatkan penjualan konsolidasi senilai Rp 165,08 miliar pada 2025, tumbuh 2,48 persen secara tahunan.

EBITDA yang disesuaikan juga naik 13,53 persen menjadi Rp 9,2 miliar.

Sugianto menambahkan, pencapaian tersebut didukung oleh penambahan kapasitas produksi, inovasi produk, perluasan saluran distribusi, dan peningkatan efisiensi operasional.

Ke depan, perseroan akan terus mencari peluang akselerasi bisnis untuk mengoptimalkan aset dan modal kerja, memperkuat profitabilitas, serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

RUPST untuk tahun buku 2025 berjalan lancar dan dipimpin oleh Komisaris Utama Win&Co Group Widjanarko Brotosaputro.

>>> IHSG Anjlok 1 Persen Setelah Sempat Menguat di Sesi Pagi

Seluruh pemegang saham menyetujui mata acara rapat, termasuk pengesahan Laporan Tahunan, Laporan Keberlanjutan, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, dan Laporan Keuangan audited.