PT Pyridam Farma Tunda Rights Issue II Akibat Ketidakpastian Makroekonomi
PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) secara resmi menunda pelaksanaan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue.
Keputusan ini diumumkan pada Jumat (12/6/2026).
>>> Ketahui Perbedaan Standar Pengujian Efisiensi Mobil Listrik WLTP dan NEDC
Penundaan diambil setelah manajemen mempertimbangkan ketidakpastian situasi makroekonomi dan volatilitas pasar saat ini. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas keuangan perseroan.
"Perseroan menunda pelaksanaan rencana PMHMETD II setelah mempertimbangkan kondisi pasar modal dan makroekonomi terkini yang belum mendukung," tulis manajemen PYFA dalam keterangan resmi.
Perusahaan akan terus memantau pergerakan pasar dan mengevaluasi indikator finansial global serta domestik. Eksekusi rights issue akan dijadwalkan ulang pada waktu yang dinilai lebih tepat.
"Perseroan akan mempertimbangkan kembali pelaksanaan PMHMETD II pada waktu yang dinilai lebih tepat setelah kondisi pasar menjadi lebih stabil dan kondusif," lanjut manajemen.
Manajemen memastikan penundaan ini tidak mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha emiten.
>>> DPR dan Pemerintah Sepakati KEM PPKF 2027, Defisit APBN 1,8-2,4 Persen
Rencana Awal dan Alternatif Pendanaan
Berdasarkan rencana awal, PYFA berniat menerbitkan 5,7 miliar saham baru atau setara 33,65% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Rencana ini telah disetujui dalam RUPSLB pada 22 April 2026.
Selain itu, perusahaan juga menjadwalkan penerbitan maksimal 3,75 miliar Waran Seri II atau setara 33,41% dari jumlah saham beredar.
Dana hasil rights issue awalnya dialokasikan untuk ekspansi usaha, akuisisi, penguatan modal kerja, dan belanja modal.
Sebagai antisipasi, PYFA telah mengamankan alternatif sumber pendanaan lain.
>>> Gelar Aksi Demo Kenaikan Harga BBM! BEM UI Diduga Dukung Kaum LGBT
Kebutuhan dana ekspansi dan operasional dapat dipenuhi melalui kas internal atau fasilitas pembiayaan dari perbankan dan lembaga keuangan.
Update Terbaru
Timnas Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 12:31 WIB
DLC Resident Evil Requiem Kabarnya Rilis Setelah Resident Evil Veronica Remake
Jumat / 12-06-2026, 12:31 WIB
Korea Selatan Kalahkan Ceko 2-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 12:31 WIB
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Naik, Pemerintah Siapkan Rp20 Triliun
Jumat / 12-06-2026, 12:28 WIB
Panduan Investasi Saham Modal Kecil untuk Pemula, Mulai dari Rp100 Ribu
Jumat / 12-06-2026, 12:28 WIB
Fast Charging Motor Listrik: Perhatikan Spesifikasi Baterai Agar Tak Cepat Rusak
Jumat / 12-06-2026, 12:27 WIB
Rupiah Spot Menguat ke Rp 17.917 per Dolar AS pada 12 Juni 2026
Jumat / 12-06-2026, 12:27 WIB
Real Madrid Makin Dekat Rekrut Bernardo Silva dari Manchester City
Jumat / 12-06-2026, 12:27 WIB
Persaingan Klasemen Grup A Piala Dunia 2026 Memanas Setelah Matchday Pertama
Jumat / 12-06-2026, 12:24 WIB
Hwang In-beom Jadi Pemain Terbaik Usai Korea Selatan Kalahkan Ceko
Jumat / 12-06-2026, 12:22 WIB
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: 12-19 Juni, Fase Grup Dimulai
Jumat / 12-06-2026, 12:22 WIB
PT Daya Intiguna Yasa Tbk Bagikan Dividen Perdana Rp440 Miliar
Jumat / 12-06-2026, 12:20 WIB
Profil Wataru Endo Kapten Jepang yang Tinggalkan Piala Dunia 2026 dan Pensiun dari Timnas: Umur, Agama dan Akun IG
Jumat / 12-06-2026, 12:17 WIB
Narkoba Kini Menyusup Lewat Platform Digital dan Vape, Menkomdigi Minta Orang Tua Waspada
Jumat / 12-06-2026, 12:17 WIB






