Gelar Aksi Demo Kenaikan Harga BBM! BEM UI Diduga Dukung Kaum LGBT

Aksi mahasiswa yang membawa tuntutan terkait kenaikan harga BBM kembali menjadi perhatian publik. Namun, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) ikut terseret perbincangan lain setelah muncul tudingan soal sikap terhadap isu LGBT.

Secara kelembagaan, Universitas Indonesia tidak pernah menyatakan dukungan resmi terhadap LGBT. Pihak kampus sebelumnya menegaskan posisi institusi berbeda dengan aktivitas kelompok atau individu yang berada di lingkungan mahasiswa.

Polemik mengenai isu tersebut muncul karena adanya aktivitas sejumlah organisasi mahasiswa dan lembaga semi-otonom yang membahas isu gender serta orientasi seksual. Salah satunya adalah kontroversi terkait unggahan kampanye Pride Month oleh Badan Pers Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) di media sosial.

Unggahan itu menuai respons beragam dari masyarakat. Sebagian pihak menilai tindakan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok LGBT, sementara pihak lain melihatnya sebagai bagian dari diskusi isu sosial di lingkungan kampus.

>>> Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Cetak Rekor Tiga Kartu Merah

Selain itu, sejumlah kelompok mahasiswa juga pernah mengadakan kegiatan yang membahas pencegahan kekerasan berbasis gender dan orientasi seksual. Kegiatan tersebut kemudian menjadi bahan perdebatan di kalangan mahasiswa maupun publik.

Di sisi lain, pihak rektorat UI pernah menyampaikan bahwa Support Group and Resource Center (SGRC), kelompok yang sempat menawarkan layanan konseling terkait LGBT, tidak memiliki izin resmi maupun hubungan kelembagaan dengan universitas.

Perdebatan mengenai isu ini kembali mencuat bersamaan dengan aksi mahasiswa yang menyoroti kenaikan harga BBM. Isu ekonomi yang menjadi tuntutan utama aksi akhirnya berjalan beriringan dengan sorotan publik terhadap dinamika organisasi mahasiswa di kampus.