Saat melihat spesifikasi mobil listrik, Anda mungkin menemukan istilah WLTP atau NEDC pada informasi jarak tempuh atau konsumsi energi.

Kedua standar ini sama-sama berfungsi mengukur efisiensi kendaraan, namun metode pengujiannya berbeda sehingga hasilnya pun tidak sama.

>>> DPR dan Pemerintah Sepakati KEM PPKF 2027, Defisit APBN 1,8-2,4 Persen

Memahami perbedaan WLTP dan NEDC penting agar tidak salah menafsirkan data pada brosur atau materi promosi.

Apa Itu NEDC?

NEDC (New European Driving Cycle) adalah standar pengujian kendaraan yang digunakan di Eropa dan terakhir diperbarui pada 1997.

Standar ini mengukur konsumsi bahan bakar, emisi gas buang, dan konsumsi energi pada kendaraan listrik dalam kondisi baru.

Pengujian dilakukan di laboratorium menggunakan dynamometer yang menyimulasikan kondisi jalan raya.

Kendaraan menempuh jarak simulasi 10,9 km dengan kecepatan rata-rata 34 km/jam.

Prosedur terbagi menjadi dua tahap: simulasi berkendara di perkotaan (urban cycle) dan luar kota (extra urban cycle).

Pada tahap perkotaan, pola berhenti dan berjalan meniru lalu lintas kota. Pada tahap luar kota, kecepatan maksimum mencapai 120 km/jam.

Seluruh perangkat yang menambah beban seperti AC, lampu, dan sistem hiburan dimatikan selama pengujian.

Apa Itu WLTP?

WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicles Test Procedure) mulai diperkenalkan pada September 2017.

Sejak September 2018, seluruh mobil baru di Eropa wajib menggunakan standar WLTP.

Tujuannya adalah menghasilkan data konsumsi bahan bakar, emisi, dan jarak tempuh yang lebih mendekati kondisi berkendara sehari-hari.

>>> Gelar Aksi Demo Kenaikan Harga BBM! BEM UI Diduga Dukung Kaum LGBT

Metode WLTP lebih kompleks, meski masih dilakukan di laboratorium.

Pengujian berlangsung 30 menit atau 50 persen lebih lama dari NEDC, dengan jarak simulasi 23,35 km.