Kecepatan rata-rata mencapai 46 km/jam, lebih tinggi dari NEDC yang 34 km/jam.

Faktor seperti ukuran pelek, ban, aerodinamika, dan bobot tambahan dari fitur opsional turut dipertimbangkan.

Hasil WLTP dinilai lebih akurat dan mendekati kondisi nyata.

Mengapa WLTP Lebih Akurat?

NEDC dianggap tidak lagi mencerminkan kondisi berkendara modern karena dilakukan dalam laboratorium yang sangat ideal.

Pengemudi sehari-hari biasanya menyalakan AC, lampu, dan perangkat lain yang memengaruhi konsumsi energi.

Pola pengujian yang sudah diketahui luas dan kecepatan rendah membuat produsen bisa mengoptimalkan kendaraan untuk hasil terbaik.

Akibatnya, angka NEDC sering lebih optimistis dibanding kondisi nyata.

Namun, WLTP juga belum sepenuhnya menggambarkan kondisi berkendara mutlak karena tetap di laboratorium.

Faktor seperti lalu lintas, suhu, AC, kontur jalan, gaya berkendara, dan beban kendaraan sangat memengaruhi konsumsi energi aktual.

>>> Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Cetak Rekor Tiga Kartu Merah

Meski begitu, angka WLTP umumnya menjadi referensi yang lebih realistis bagi konsumen yang mempertimbangkan membeli mobil listrik.