Konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di Teluk Persia tahun ini tidak memicu krisis minyak global yang parah.

Harga minyak mentah Brent hanya naik hingga 126 dolar AS per barel, jauh di bawah perkiraan awal 200 dolar AS per barel.

>>> Cek Penerima PKH dan BPNT Juli 2026: Link Resmi dan Cara Online

Salah satu faktor utama adalah penurunan drastis impor minyak China, negara pengimpor minyak terbesar di dunia.

Impor Minyak China Anjlok Berkat Elektrifikasi

Sebelum perang, China mengimpor sekitar 11,5 juta barel minyak per hari. Sejak April, impor turun menjadi 8 juta barel per hari.

Pemangkasan besar-besaran ini membuat negara pengimpor lain lebih leluasa mendapatkan pasokan, sehingga kenaikan harga tidak terlalu tinggi.

Rahasianya adalah peralihan masif ke kendaraan listrik. Penjualan mobil listrik di China pada Juni mencapai 62 persen dari total penjualan mobil nasional.

Sekitar 75 persen mobil listrik dunia diproduksi di China, dan konsumsi BBM di negara itu terus menurun.

>>> Cek PKH Tahap 3 2026 Tanpa Aplikasi: Panduan Lengkap via NIK KTP

Taksi Listrik dan Transportasi Online Turut Andil

Separuh dari 1,3 juta taksi di China sudah menggunakan tenaga listrik. Didi, aplikasi transportasi online utama, mencatat 8 juta kendaraan elektrifikasi di armadanya.

Pada Mei, konsumsi bensin China turun 10 persen dan solar turun 14 persen, meski jumlah perjalanan darat naik 2 persen.

Greenpeace memperkirakan pada 2035, porsi taksi dan transportasi online listrik di China mencapai 90 persen.

Faktor lain yang membantu adalah peningkatan produksi minyak AS dan kelancaran pasokan Arab Saudi melalui Laut Merah.

>>> Megawati Ingatkan Anak Muda Jangan Melongo, Harus Punya Harga Diri

Namun, para analis menilai penurunan impor minyak China akibat elektrifikasi memainkan peran paling krusial dalam mencegah krisis global.