IHSG Anjlok 1 Persen Setelah Sempat Menguat di Sesi Pagi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 1,02 persen atau 63,51 poin ke level 6.191,46 pada perdagangan Rabu (17/6/2026).
Pelemahan ini membalikkan situasi dari sesi pembukaan pagi ketika indeks sempat menguat ke level 6.321.
>>> J-Hope BTS Pakai Vest Pertamina Enduro VR46 Saat Konser di Busan
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 422 saham melemah, 279 saham menguat, dan 258 saham stagnan.
Total nilai transaksi mencapai Rp19,69 triliun dari 25,54 miliar saham yang ditransaksikan.
Penurunan ini merupakan fase koreksi setelah indeks mengalami lonjakan 17,09 persen dalam lima hari perdagangan terakhir sejak menyentuh posisi terendah pada 8 Juni 2026.
Sentimen Pasar dan Saran Analis
Sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat serta antisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan menaikkan suku bunga acuan.
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyarankan investor tidak terburu-buru melakukan aksi beli sebelum adanya konfirmasi penguatan yang solid.
>>> Rutan Cipinang Ajak Warga Binaan Teladani Semangat Galungan
"Kiwoom Research sarankan sebaiknya tunggu break out level penting 6.300 sebelum memutuskan average up.
Ingat bahwa kita masih ada beberapa event penting di pekan ini yang berpotensi timbulkan goncangan pasar (RDG BI, serta keputusan MSCI dan FTSE Russell)," ujar Liza.
Menurut analisisnya, para pelaku pasar global kini mulai memindahkan portofolio investasi mereka menuju sektor-sektor yang lebih defensif seperti perbankan dan material.
Dari faktor domestik, pergerakan indeks sebelumnya didukung langkah antisipatif pemerintah melalui pertemuan strategis bersama pimpinan bank Himbara, INA, BPJS, Taspen, dan Danantara guna memitigasi risiko pasar.
>>> Bank Sentral Global Repatriasi Cadangan Emas ke Dalam Negeri
Sementara dari eksternal, penurunan tensi geopolitik akibat rencana perdamaian bentukan Donald Trump dan rencana penandatanganan MoU antara Amerika Serikat dan Iran turut memengaruhi fluktuasi harga komoditas dunia.
Update Terbaru
Minecraft Java Edition 26.2 Resmi Rilis 16 Juni 2026: Update Apa Saja?
Rabu / 17-06-2026, 16:55 WIB
Sinopsis Toy Story 5: Geng Mainan Hadapi Ancaman Gadget
Rabu / 17-06-2026, 16:55 WIB
Kemensos Salurkan BPNT Tahap Dua Rp600 Ribu untuk April-Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:55 WIB
Menkeu Purbaya Klaim Berhasil Hapus Ego Sektoral di Kemenkeu
Rabu / 17-06-2026, 16:52 WIB
Mobil Listrik Chery Tawarkan Efisiensi Biaya Operasional Mulai Rp 181 Per Km
Rabu / 17-06-2026, 16:50 WIB
Porsche 911 GT3 Earls Court 51 Edition: Edisi Khusus Hanya untuk Inggris
Rabu / 17-06-2026, 16:49 WIB
Real Madrid Resmi Rekrut Bernardo Silva Secara Gratis dari Manchester City
Rabu / 17-06-2026, 16:49 WIB
BGN Evaluasi Penerima Makan Bergizi Gratis, 8 Juta Orang Dicoret
Rabu / 17-06-2026, 16:49 WIB
Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026 Usai Kalahkan Wakil India
Rabu / 17-06-2026, 16:48 WIB
Jakarta Bhayangkara Presisi Juara AVC Volleyball Champions League 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:48 WIB
Timnas Ghana Hadapi Panama di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:45 WIB
Uzbekistan Menantang Kolombia pada Laga Pembuka Grup K Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:45 WIB
Muhammad Kiandra Ramadhipa Ungkap Perubahan Performa di Moto3 Junior
Rabu / 17-06-2026, 16:45 WIB
Super Indo Beri Diskon ABC Mi Selera Pedas dan Indomie hingga 17 Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:44 WIB






