PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) memutuskan menunda pelaksanaan rights issue atau Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II.

Aksi korporasi yang awalnya ditargetkan rampung pada kuartal III/2026 itu ditunda karena kondisi pasar modal dan situasi makroekonomi dinilai belum kondusif.

>>> Pemerintah Tetapkan Libur Nasional Tahun Baru Islam 16 Juni 2026

Corporate Secretary PYFA, Herdiasti Anggitya Dwisani, menyatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi terkini yang belum mendukung pelaksanaan PMHMETD II.

Manajemen akan terus memantau situasi dan berkomitmen mencari momentum yang tepat saat sektor keuangan sudah lebih stabil.

Herdiasti menegaskan penundaan ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.

Rencana Rights Issue Sebelum Ditunda

Sebelum penundaan, PYFA telah mendapatkan restu pemegang saham melalui RUPSLB pada 22 April 2026.

>>> Rupiah Melemah Terbatas ke Rp17.925 per Dolar AS Akibat Tekanan Energi

Perseroan berencana melepas maksimal 5,7 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham, serta menerbitkan waran hingga 35% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dana hasil rights issue awalnya akan digunakan untuk memperkuat struktur modal dan mendanai akuisisi strategis guna mempercepat ekspansi bisnis.

Direktur PYFA, Sinta L. Ningsih, sebelumnya menyatakan perseroan akan fokus melengkapi ekosistem layanan kesehatan dengan produk dan teknologi mutakhir.

Rights issue ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PYFA membangun ekosistem kesehatan terintegrasi melalui pertumbuhan organik dan anorganik.

>>> Wamenperin: Pelemahan Rupiah Tak Berdampak Signifikan ke Industri Tekstil

Target awal, perusahaan berharap mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada akhir Juni 2026 dan melaksanakan HMETD pada Juli 2026.