Rupiah Melemah Terbatas ke Rp17.925 per Dolar AS Akibat Tekanan Energi
Nilai kontrak rupiah di pasar luar negeri melemah terbatas 0,07 persen ke posisi Rp17.925 per dolar AS pada Jumat (12/6/2026) pagi.
Tekanan jual mulai mereda setelah sebelumnya cukup deras.
>>> Wamenperin: Pelemahan Rupiah Tak Berdampak Signifikan ke Industri Tekstil
Pelemahan ini dipicu oleh harga minyak mentah global yang bertahan di level US$90 per barel. Angka tersebut melampaui asumsi APBN 2026.
Sebagai net importir minyak, Indonesia mengalami pembengkakan kebutuhan devisa. Risiko melebarnya defisit fiskal pun meningkat akibat tingginya beban subsidi energi.
Pemerintah merespons dengan menaikkan harga BBM non-subsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter. Langkah ini disambut positif pelaku pasar karena dinilai dapat menekan potensi defisit anggaran.
Penghematan juga diproyeksikan dari pos lain, termasuk pengurangan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lionel Priyadi dari Mega Capital Sekuritas menyebut potensi defisit bisa lebih ditekan jika penghematan MBG mencapai Rp100-Rp120 triliun.
>>> Bahlil Tegaskan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Pasar, Pertalite dan Biosolar Aman
Tekanan di pasar domestik diperberat aksi jual investor asing yang melepas saham dan obligasi Indonesia. Namun, pemerintah memastikan penghematan MBG dilakukan melalui perhitungan ulang, bukan pemotongan paksa.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan langkah ini merupakan hasil perhitungan yang lebih cermat di lapangan. Pemerintah juga sedang menata sistem distribusi dan implementasi program MBG.
Sentimen positif datang dari kawasan Asia lainnya. Won Korea Selatan, baht Thailand, dan ringgit Malaysia menguat setelah ketegangan geopolitik Timur Tengah mulai mereda.
Ulrike Hoffmann-Burchardi dari UBS mengatakan diplomasi pada akhirnya menang sehingga investor dapat kembali fokus pada fundamental ekonomi. Meredanya kekhawatiran AS-Iran menurunkan tekanan di pasar energi global.
>>> Dolar AS Stabil Jelang Akhir Pekan 12 Juni 2026 Saat Tensi Geopolitik Melandai
Di sisi lain, lembaga Danantara berhasil menghimpun dana US$1,5 miliar melalui penerbitan obligasi global perdana dalam tenor 5 dan 10 tahun.
Update Terbaru
Kenali Enam Sikap Anak yang Menandakan Pola Asuh Berhasil
Jumat / 12-06-2026, 09:48 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.935 per Dolar AS pada 12 Juni 2026
Jumat / 12-06-2026, 09:48 WIB
Rupiah dan Won Menguat Terhadap Dolar AS pada 10 Juni 2026
Jumat / 12-06-2026, 09:48 WIB
Bintang Internasional Meriahkan Upacara Pembukaan Piala Dunia 2026 di Meksiko
Jumat / 12-06-2026, 09:47 WIB
Pemerintah Permanenkan Tarif PPh Final UMKM 0,5 Persen
Jumat / 12-06-2026, 09:46 WIB
Aplikasi Resmi dan Mesin Pencari Mudahkan Cek Live Score Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 09:46 WIB
Tren Gaya Hidup: Spa AI hingga Nasi Jagung Magic Com
Jumat / 12-06-2026, 09:45 WIB
Kenali Tanda Pola Asuh Berhasil Lewat Sikap Anak yang Menguji Kesabaran
Jumat / 12-06-2026, 09:45 WIB
The Palace Jeweler dan Huawei Luncurkan Koleksi Perhiasan Serenata
Jumat / 12-06-2026, 09:45 WIB
Piala Dunia 2026 Dorong Saham WIFI dan IRSX, Phintraco Sekuritas Ungkap Potensi
Jumat / 12-06-2026, 09:44 WIB
Putri Kerajaan Thailand Meninggal Setelah Koma Tiga Tahun
Jumat / 12-06-2026, 09:44 WIB
Klaim Kode Redeem Samkok Blood Oath Mei 2026 untuk Dapatkan Hadiah
Jumat / 12-06-2026, 09:44 WIB
Undip Buka Pendaftaran Jalur Mandiri Vokasi 2026 Secara Online
Jumat / 12-06-2026, 09:44 WIB
Catat! Jadwal Lengkap Pertandingan Fase Grup Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 09:41 WIB






