Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan gejolak pasar modal tidak berdampak signifikan terhadap industri nasional, khususnya industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Pernyataan itu disampaikan Riza saat mengunjungi PT Gajah Angkasa Perkasa di Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026).

>>> Bahlil Tegaskan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Pasar, Pertalite dan Biosolar Aman

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengecek sektor industri di tengah kekhawatiran publik terkait dampak pelemahan rupiah dan ketidakstabilan pasar modal.

"Belakangan banyak isu bahwa kenaikan mata uang asing dan penekanan rupiah kondisi pasar seolah-olah pengaruhnya besar pada industri.

Tapi, kita tahu bahwa justru sekarang sektor-sektor tertentu mengalami panen peluang," ujar Riza dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan bahwa industri nasional memiliki fundamental yang baik dan hampir tidak terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar maupun pasar modal.

"Saya juga melihat industri nasional kita memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi situasi yang tidak stabil secara global," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Riza meninjau langsung proses produksi di PT Gajah Angkasa Perkasa.

Ia mengapresiasi pencapaian perusahaan garmen itu yang tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga merambah pasar ekspor.

Menurut Riza, hal ini membuktikan produk tekstil Indonesia mampu bersaing dengan produk impor, baik dari segi kualitas maupun harga.

"Kita bisa bersaing dengan harga tekstil yang diproduksi negara lain bahkan dengan harga di pasar. Ini membanggakan.

Tentu, pemerintah juga akan terus mendukung industri tekstil di Indonesia," ujarnya.

>>> Dolar AS Stabil Jelang Akhir Pekan 12 Juni 2026 Saat Tensi Geopolitik Melandai

Riza mendorong industri tekstil memanfaatkan tantangan geopolitik untuk memperluas pasar ekspor.