Gelandang timnas Jepang, Keito Nakamura, menjadi perbincangan di media sosial setelah tampil dengan kaus kaki sangat pendek saat menghadapi Belanda pada pertandingan pembuka Grup F Piala Dunia 2026, Senin (15/6) dini hari WIB.

Penampilan pemain Stade Reims itu memicu perdebatan mengenai kepatuhan penggunaan pelindung kaki standar atau shin guard.

>>> Nico Williams Berjuang Pulih dari Cedera Jelang Piala Dunia 2026

Sorotan tajam muncul ketika Nakamura mencetak gol di Stadion AT&T, Arlington, yang memperlihatkan tulang keringnya tidak banyak tertutup kaus kaki.

Meski demikian, Nakamura dipastikan tetap memakai pelindung kaki wajib di balik kaus kakinya yang hanya setinggi di atas pergelangan kaki.

Penggunaan alat tersebut telah memenuhi regulasi yang tercantum dalam BAB 4.2 aturan International Football Association Board (IFAB).

Aturan IFAB tentang Pelindung Kaki

Kewajiban penggunaan pelindung tulang kering dari bahan yang sesuai dan tertutup kaus kaki diatur secara spesifik untuk menjaga keselamatan pemain selama pertandingan berlangsung.

"Pelindung tulang kering harus terbuat dari bahan yang sesuai dan berukuran tepat untuk memberikan perlindungan yang memadai dan tertutup oleh kaus kaki.

>>> Luis de la Fuente Pilih Unai Simon sebagai Kiper Utama Spanyol di Piala Dunia 2026

Pemain bertanggung jawab atas ukuran dan kesesuaian pelindung tulang kering mereka," bunyi peraturan IFAB.

Gaya berpakaian dengan kaus kaki pendek ini merupakan tren yang juga diterapkan Nakamura saat membela Reims di Liga Prancis.

Secara kajian anatomi, batas tulang kering manusia membentang dari bawah lutut hingga sendi pergelangan kaki, sehingga penggunaan deker kecil oleh Nakamura tidak melanggar aturan formal.

Kendati legal secara regulasi, ukuran pelindung kaki yang kecil dan hanya menutupi area bawah tersebut meningkatkan risiko cedera bagi pemain berusia 25 tahun itu.

>>> Spanyol Hadapi Tanjung Verde di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor imbang 2-2 melalui gol Nakamura dan Daichi Kamada untuk Jepang, serta Virgil Van Dijk dan Crysencio Summerville untuk Belanda.