Makam Genghis Khan, pendiri Kekaisaran Mongol yang meninggal pada 1227, mungkin telah terdeteksi melalui citra satelit setelah 800 tahun hilang.

Peneliti menggunakan teknologi non-invasif seperti satelit, drone, dan radar penembus tanah untuk memindai kawasan Gunung Burkhan Khaldun di Mongolia timur.

>>> Aturan Emas Makan Gula Tanpa Lonjakan Gula Darah

Gunung tersebut diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Genghis Khan karena peran pentingnya dalam sejarah hidupnya.

Siapa Genghis Khan?

Sebelum menjadi Genghis Khan, ia bernama Temüjin, lahir sekitar tahun 1160 dari klan Borjigin.

Ayahnya, Yesugei, diracuni musuh saat Temüjin berusia sembilan tahun.

Istri Temüjin, Börte, diculik oleh suku Merkit, dan ia melarikan diri ke puncak Burkhan Khaldun.

Di sana ia berdoa kepada dewa langit Tengri dan berhasil selamat, lalu membangun aliansi untuk merebut kembali istrinya.

Pada 1206, para pemimpin klan memberinya gelar Genghis Khan, yang berarti 'raja segalanya'.

Ia menyatukan suku-suku nomaden Mongolia dan mendirikan Kekaisaran Mongol yang membentang dari Asia Tengah hingga China, Persia, dan Rusia.

Kematian dan Pemakaman Rahasia

Genghis Khan meninggal pada 1227 saat memimpin kampanye melawan Kekaisaran Xixia di China utara.

Penyebab kematiannya tidak diketahui; satu-satunya catatan dalam Sejarah Rahasia Bangsa Mongol hanya menyebutkan 'naik ke surga'.

>>> Peringatan Ahli: Perubahan Cuaca Ekstrem dan Kekacauan Akibat Panas Tak Terduga

Menurut tradisi, jenazahnya dikembalikan ke Mongolia untuk dimakamkan secara rahasia.

Beberapa kisah mengatakan semua yang ikut dalam prosesi dibunuh, atau sungai dibelokkan untuk melindungi makam.

Para ahli percaya kerahasiaan itu disengaja untuk melindungi makam dari musuh.

Makam mungkin berupa peti kayu di puncak gunung terpencil, atau bahkan pemakaman langit di mana jenazah ditinggalkan di gunung.

Burkhan Khaldun kini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO, tetapi aksesnya terbatas karena dianggap suci.

Hanya dukun dan pejabat Mongolia yang diizinkan masuk, dan peneliti harus mendapat izin khusus.

Pada 2008, Albert Lin dari National Geographic mengusulkan penggunaan teknologi canggih untuk mempelajari gunung tanpa mengganggu tanah.

Proyek Valley of the Khans menemukan ribuan artefak, termasuk ubin atap, kayu hangus, dan gigi kuda dari periode kematian Genghis Khan.

>>> Voyager 1 Akan Capai Jarak Satu Hari Cahaya dari Bumi pada November 2025

Penemuan ini memperkuat keyakinan bahwa makam Genghis Khan berada di Burkhan Khaldun.