Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat melepas keberangkatan perdana calon jamaah umrah asal provinsi tersebut pada Selasa (16/6) dini hari.

Sebanyak 393 peserta umrah diberangkatkan dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang, menuju Madinah menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

>>> KAI Daop 2 Layani 13.222 Pelanggan pada Momentum Libur Panjang

Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar M. Rifki mengatakan keberangkatan ini sekaligus menandai kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi.

Sebelumnya, Arab Saudi hanya mengizinkan umrah setelah operasional haji tuntas. Namun tahun ini jamaah umrah sudah bisa berangkat meski jamaah haji masih di Makkah dan Madinah.

Pesawat Penjemput Haji Dimanfaatkan untuk Umrah

M. Rifki menyebut keberangkatan ini sebagai momentum bersejarah.

Pesawat yang digunakan adalah pesawat yang akan menjemput jamaah haji Indonesia di Madinah.

>>> Legislator Jabar Minta Evaluasi Menyeluruh SPMB 2026

Menurutnya, pemanfaatan pesawat penjemput haji untuk mengangkut jamaah umrah merupakan implementasi visi Kemenhaj membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan konsep ekosistem ekonomi haji dan umrah tidak hanya soal pelayanan ibadah, tetapi juga bagaimana operasional dapat memberi nilai tambah ekonomi.

Langkah ini menjadi terobosan baru. Selama puluhan tahun, pesawat yang berangkat menjemput jamaah haji di Arab Saudi biasanya terbang tanpa penumpang.

"Setelah puluhan tahun penyelenggaraan haji, baru kali ini pesawat sewa untuk operasional haji juga dimanfaatkan membawa jamaah umrah," ujar M.

>>> Tunisia Tunjuk Herve Renard Gantikan Sabri Lamouchi Usai Dibantai Swedia

Rifki.