Voyager 1, wahana antariksa tertua yang masih beroperasi, akan mencapai jarak satu hari cahaya dari Bumi pada November 2025.

Ini berarti sinyal radio yang bergerak dengan kecepatan cahaya membutuhkan waktu 24 jam penuh untuk mencapai wahana tersebut.

>>> Fasilitas Nuklir Rahasia Korea Utara Dinyatakan Selesai Dibangun

Manajer proyek Voyager, Suzy Dodd dari Jet Propulsion Laboratory NASA, menjelaskan bahwa jika insinyur mengirimkan perintah pada Senin pukul 08.00, mereka tidak akan menerima respons Voyager 1 hingga Rabu pagi sekitar pukul 08.00.

Keterlambatan dua hari ini merupakan konsekuensi fisika dari jarak antarbintang.

Saat ini, Voyager 1 berada sekitar 15,8 miliar mil (25,4 miliar kilometer) dari Bumi, dengan waktu tempuh sinyal satu arah selama 23 jam 40 menit.

Wahana ini terus melaju dengan kecepatan sekitar 38.000 mil per jam (61.000 kilometer per jam) sambil mengirimkan data dengan kecepatan hanya 160 bit per detik.

Untuk menangkap sinyal yang sangat lemah ini, NASA mengandalkan susunan antena raksasa yang terkoordinasi di Bumi.

Perjalanan Voyager 1 ke ruang antarbintang dimulai saat diluncurkan dari Kennedy Space Center pada 5 September 1977, dengan misi utama lima tahun untuk mempelajari Jupiter dan Saturnus.

Setelah mengambil gambar close-up pertama dari bulan vulkanik Jupiter, Io, dan sistem cincin Saturnus yang rumit, wahana ini memanfaatkan gravitasi raksasa gas tersebut sebagai ketapel.

Dorongan orbit ini melontarkan wahana keluar dari bidang ekliptika menuju lintasan permanen ke luar angkasa.

Memasuki Ruang Antarbintang

Pada Agustus 2012, setelah 35 tahun penerbangan terus-menerus, Voyager 1 melintasi heliopause.

Batas ini menandai tepi heliosfer, gelembung magnetik raksasa yang ditiup oleh Matahari, tempat angin surya digantikan oleh medium antarbintang.