Sebuah fasilitas pengayaan uranium rahasia di Kompleks Penelitian Nuklir Yongbyon, Korea Utara, telah selesai dibangun. Hal ini terungkap dari analisis citra satelit komersial yang dirilis oleh 38 North.

Bangunan besar yang sejak akhir 2024 diduga sebagai fasilitas pengayaan uranium baru itu dikonfirmasi telah rampung secara eksternal pada April 2026.

>>> 1 dari 3 Orang Alami Kondisi Ini, Mungkin Anda Salah Satunya?

Generator, tangki bahan bakar, unit pendingin, dan struktur pendukung telah terpasang.

Konstruksi Cepat dan Desain Khas

Konstruksi dimulai pada pertengahan Desember 2024 di lokasi sekitar 500 meter timur laut laboratorium radiokimia Yongbyon.

Bangunan dua lantai dengan aula pusat berukuran sekitar 120 x 47 meter itu memiliki desain yang mirip dengan fasilitas Kangson di selatan Pyongyang.

Pada April 2025, atap telah menutupi teluk pusat. Pada Juni 2025, eksterior selesai.

Enam penukar panas muncul di sisi tenggara bangunan pada akhir 2025, menandakan pekerjaan interior telah berjalan lanjut.

Analis dari Beyond Parallel CSIS menggambarkan kompleks tersebut tidak hanya mencakup bangunan utama, tetapi juga generator, tangki penyimpanan bahan bakar, unit pendingin, dan struktur pendukung.

Ini adalah profil infrastruktur lengkap dari pabrik pengayaan yang beroperasi.

Dampak Strategis dan Ketegangan Semakin Meningkat

Fasilitas baru ini akan memperluas kapasitas Korea Utara untuk memproduksi bahan fisil bagi hulu ledak nuklir.

>>> Ilmuwan Tembus Batas Besar: Semakin Dekat dengan Invisibility Nyata?

Pengayaan uranium memiliki bobot strategis tertentu karena uranium yang diperkaya tinggi lebih mudah direkayasa menjadi senjata dibandingkan plutonium.

Perluasan ini sesuai dengan prioritas Kim Jong Un pada 2025.

Dalam kunjungan ke lembaga senjata pada Januari 2025, Kim menyebut tahun itu sebagai "krusial" untuk "memperkuat kekuatan nuklir" dan mendesak pejabat untuk "melampaui" target produksi bahan senjata.