Korea Selatan dan Uni Eropa menegaskan tidak akan pernah mengakui Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir.

Pernyataan bersama ini dikeluarkan setelah pertemuan bilateral di Brussel, Belgia, pada Rabu (10/6/2026).

>>> Survei: Israel Jadi Negara Paling Dibenci di Dunia

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga sepakat memperkuat kemitraan di sektor pertahanan melalui fasilitasi pertukaran informasi rahasia.

"DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea) tidak akan pernah diterima sebagai negara pemilik senjata nuklir," demikian bunyi pernyataan bersama Uni Eropa dan Korsel.

Pernyataan ini muncul setelah China dan Korea Utara mengadakan KTT yang tidak menyinggung masalah nuklir. Selain itu, pertemuan pejabat AS dan Jepang di Tokyo juga membahas denuklirisasi Pyongyang.

>>> Sinusitis Sering Dianggap Sepele, Padahal Bisa Turunkan Kualitas Hidup

Komitmen bersama ini terjadi di tengah hilangnya frasa denuklirisasi dari pernyataan resmi pemerintah China sejak kunjungan Kim Jong Un ke Beijing pada September lalu.

Hal ini termasuk saat kunjungan Xi Jinping ke Pyongyang pekan ini.

Selain fokus pada Semenanjung Korea, Korea Selatan dan Uni Eropa mengecam keras penguatan kerja sama militer antara Rusia dan Korea Utara.

>>> Pemerintah Hitung Ulang Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

Pertemuan di Brussel merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden Lee Jae Myung ke beberapa negara Eropa, termasuk Italia dan Prancis, sebelum menghadiri KTT G-7 pekan depan.