Sebanyak 90 mahasiswa Indonesia akan memulai studi magister di Eropa melalui program Erasmus Mundus Joint Master's (EMJM) pada tahun akademik 2026.

Dari jumlah tersebut, 78 mahasiswa memperoleh beasiswa penuh dari Uni Eropa. Sisanya mendapatkan pendanaan dari universitas, institusi mitra, dan perusahaan swasta.

>>> Cara Mudah Dapatkan Saldo Dana Rp793.000 Lewat Aplikasi Penghasil Uang 2026

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menyatakan program Erasmus+ merupakan investasi Uni Eropa dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Eropa.

"Melalui program Erasmus+, kami bangga dapat berinvestasi dalam masa depan Indonesia.

Para penerima beasiswa Erasmus+ merupakan generasi baru yang akan membangun pengetahuan, pengalaman internasional, serta jejaring yang berkelanjutan," kata Chaibi dalam keterangannya, Sabtu (25/7).

>>> Anak Jennifer Pedranti Diduga Sebabkan Kebakaran, Kerugian Capai Rp160 Juta

Salah satu penerima beasiswa, Almira Rahma, yang akan mengikuti program Copernicus Master in Digital Earth, mengatakan kesempatan tersebut menjadi momentum untuk berkembang secara akademik, profesional, dan personal.

Dalam acara tersebut, Uni Eropa juga meluncurkan EU Youth Alumni Circle Indonesia.

>>> Keri Hilson Buka Suara soal Kemungkinan Kolaborasi Lagi dengan Kanye West

Platform ini bertujuan memperkuat jejaring alumni berbagai program kerja sama Uni Eropa serta mendorong kolaborasi dan pertukaran pengalaman antara Indonesia dan negara-negara mitra.