Rebecca Luna, kreator TikTok yang secara terbuka mendokumentasikan perjuangannya melawan penyakit Alzheimer onset dini, meninggal dunia pada usia 49 tahun setelah memilih mengakhiri hidup melalui bunuh diri dengan bantuan medis.

Kabar duka ini diumumkan pada Sabtu, 25 Juli, melalui unggahan di akun TikTok miliknya. Luna meninggal sekitar pukul 13.15 waktu setempat, dikelilingi oleh orang-orang terkasih.

>>> Sanders dan Ocasio-Cortez Dukung Abdul El-Sayed di Primer Michigan

Ibu tunggal asal British Columbia, Kanada, ini mulai dikenal setelah mengungkapkan diagnosis Alzheimer pada April 2025 di usia 48 tahun.

Ia kemudian membagikan perkembangan kondisinya, kunjungan dokter, serta keputusannya untuk menjalani MAID (Medical Assistance in Dying).

Luna juga menjadi advokat bagi pilihan akhir hayat, menggunakan platformnya untuk menjawab pertanyaan dan menyediakan sumber daya bagi orang lain yang menghadapi keputusan serupa.

Kisahnya menarik perhatian penyanyi Lily Allen setelah Luna mengungkapkan bahwa bertemu dengan bintang pop itu ada dalam daftar keinginannya.

Keduanya akhirnya bertemu di salah satu konser Allen, sebuah pengalaman yang disebut Luna sebagai 'yang terbaik'.

>>> Pengadilan Banding Blokir Perintah Trump yang Batasi Pemilu Surat

Beberapa hari sebelum kematiannya, Luna memberi tahu pengikutnya bahwa ia memajukan jadwal MAID dari awal Agustus menjadi 25 Juli.

Ia menjelaskan bahwa keputusan itu pada akhirnya tentang mengambil kendali atas hidupnya sendiri.

Dalam pesan terakhirnya, Luna merenungkan perjalanannya, mengatakan bahwa ia telah belajar membela diri untuk versi dirinya yang lebih muda dan berharap orang lain bisa belajar mencintai diri sendiri.

'Jika saya bisa melakukannya, Anda juga bisa,' katanya kepada para pengikutnya.

>>> India Kembali ke Puncak Ranking T20I ICC Usai Kalahkan Zimbabwe

Luna meninggalkan komunitas penggemar yang mengikuti kisahnya dan memujinya karena meningkatkan kesadaran tentang Alzheimer serta percakapan seputar akhir hayat.