Para ilmuwan dari Washington University School of Medicine di St. Louis menemukan bahwa gangguan tidur malam bisa menjadi tanda awal penyakit Alzheimer, bertahun-tahun sebelum kehilangan ingatan muncul.

Studi yang dipimpin oleh Dr. Erik S. Musiek, seorang ahli saraf di WashU Medicine, diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience.

>>> Inggris Juara 3 Piala Dunia 2026, Bungkam Prancis 6-4

Penelitian ini mengkaji bagaimana penuaan dan penumpukan protein mengubah aktivitas gen harian di sel pendukung otak.

Cara Otak Menjaga Waktu

Dalam otak yang sehat, sel yang disebut mikroglia dan astrosit mengikuti ritme harian yang diatur oleh jam internal tubuh.

Mikroglia membersihkan limbah beracun dan sel mati, sementara astrosit mendukung neuron dan membantu mereka berkomunikasi.

Tim Musiek menemukan bahwa jam ini juga mengatur ratusan gen yang terkait dengan pemeliharaan otak.

Banyak dari gen tersebut membantu membersihkan amiloid, protein lengket yang menggumpal menjadi plak Alzheimer.

Para peneliti telah mengidentifikasi 82 gen yang terkait dengan risiko Alzheimer. Studi baru menunjukkan bahwa ritme harian tubuh mengontrol sekitar setengah dari gen tersebut.

Apa yang Diungkapkan Tikus

Untuk menguji bagaimana amiloid memengaruhi jam internal, para peneliti mempelajari tikus yang direkayasa untuk menumpuk protein tersebut dengan cara yang meniru Alzheimer tahap awal.

Mereka membandingkannya dengan tikus muda yang sehat dan tikus tua tanpa penumpukan protein.

Tim mengumpulkan jaringan otak setiap dua jam selama sehari penuh untuk melacak gen mana yang aktif dan tidak aktif.

Pada tikus dengan penumpukan amiloid, ratusan gen di sel pendukung kehilangan waktu normalnya.

Gangguan ini berbeda dari penuaan normal. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa amiloid sendiri yang mengacaukan jam, bukan hanya penuaan.