Microsoft baru saja mengonfirmasi adanya gangguan pada layanan Windows Server Update Services (WSUS). Gangguan ini menyebabkan proses sinkronisasi update menjadi jauh lebih lambat, bahkan gagal karena timeout.

Masalah ini tidak hanya berdampak pada satu versi Windows saja, melainkan hampir seluruh Windows Client dan Windows Server yang masih didukung Microsoft.

>>> Boyamin Sebut Klaim Don Ritto soal Emas 74 Kg di Rumah Febrie 'Karangan Tingkat Dewa'

WSUS merupakan layanan yang banyak digunakan di lingkungan perusahaan untuk mengelola distribusi update Windows secara terpusat.

Dengan WSUS, administrator tidak perlu membiarkan setiap komputer mendownload update langsung dari server Microsoft.

Cukup satu server yang melakukan sinkronisasi, kemudian update tersebut didistribusikan ke seluruh komputer di jaringan internal.

Cara ini lebih hemat bandwidth, mudah dikontrol, dan menjadi standar di banyak perusahaan maupun instansi pemerintahan.

Sinkronisasi Melambat Hingga Timeout

Dalam beberapa hari terakhir, banyak administrator mengalami masalah berupa proses sinkronisasi yang berjalan sangat lambat, sinkronisasi gagal karena timeout, dan waktu download metadata update menjadi jauh lebih lama dari biasanya.

Microsoft menyebut puncak gangguan terjadi sekitar 13 Juli, bahkan sebelum Patch Tuesday Juli 2026 dirilis.

>>> MAKI: Penjelasan Don Ritto Soal Uang Rp476 M dan Emas 74 Kg Upaya Kaburkan Fakta

Hal ini menunjukkan bahwa penyebabnya bukan berasal dari update Windows terbaru, melainkan dari sisi layanan Microsoft sendiri.

Hampir Semua Versi Windows Terdampak

Gangguan ini berdampak pada hampir seluruh versi Windows yang masih mendapatkan dukungan, di antaranya Windows 11 26H1, Windows 11 25H2, Windows 11 24H2, Windows 11 23H2, Windows 10 22H2, Windows 10 21H2, Windows 10 Enterprise LTSC 2019, Windows 10 Enterprise LTSC 2016, Windows 10 versi 1607 dan 1809, Windows Server 2025, Windows Server 2022, Windows Server 2019, Windows Server 2016, Windows Server 2012 R2, dan Windows Server 2012.

Hampir seluruh infrastruktur perusahaan yang masih menggunakan WSUS berpotensi mengalami perlambatan sinkronisasi.

Karena gangguan berasal dari layanan Microsoft, administrator tidak perlu buru-buru melakukan rebuild WSUS, reset database, ataupun menjalankan cleanup besar-besaran hanya karena sinkronisasi terasa lambat.

Jika WSUS mulai timeout atau proses sync memakan waktu jauh lebih lama dari biasanya, kemungkinan besar penyebabnya memang berasal dari gangguan yang sedang ditangani Microsoft.

Jika masalah tetap berlanjut setelah Microsoft mengumumkan perbaikan selesai, barulah administrator bisa mulai memeriksa kondisi server WSUS masing-masing.

>>> Prabowo Pilih Dialog dengan Mahasiswa, Cabut Pengaduan ke Tiyo Ardianto

Kabar baiknya, Microsoft telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan perbaikan dan akan memberikan pembaruan informasi setelah proses tersebut selesai.