Asap tebal dari ratusan kebakaran hutan aktif di Kanada dan Minnesota memicu peringatan kualitas udara parah di wilayah Midwest, Timur Laut, dan Atlantik Tengah Amerika Serikat pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Gangguan ini tidak hanya mengganggu aktivitas luar ruangan, tetapi juga memicu ketegangan politik antara Presiden AS Donald Trump dan pejabat Kanada.

>>> Saham SpaceX Anjlok di Bawah Harga IPO Akibat Kekhawatiran Industri AI

Peringatan Kualitas Udara Meluas

Peramal Badan Cuaca Nasional Brian Hurley menyatakan bahwa kondisi di Washington, D. C.

, dan Pantai Timur mulai membaik karena hujan yang datang.

Namun, polusi berbahaya kini bergerak lebih dalam ke negara bagian Midwest.

"Saat kita mulai membersihkan di timur, mereka akan mendapatkan gelombang asap berikutnya sore ini hingga malam ini di wilayah dari Michigan atas, Wisconsin timur, hingga Illinois dan Indiana, termasuk Chicago," kata Hurley.

Ia memperkirakan konsentrasi partikel di wilayah timur akan turun signifikan sebelum pekan depan, tetapi tidak akan kembali ke level normal.

"Kami hanya berbicara sekitar seperempat atau sepertiga dari konsentrasi partikel yang kami lihat," jelas Hurley.

Ia mengantisipasi kabut regional akan hilang sebagian besar pada akhir pekan.

Ketegangan Politik Meningkat

Presiden Trump mengkritik tajam pejabat Kanada melalui platform media sosialnya, menuduh mereka gagal mengelola hutan utara dengan baik.

"Ini adalah Kelalaian yang Disengaja, dan menjadi kejadian tahunan, yang merugikan Amerika Serikat miliaran dolar," tulis Trump.

Ia menambahkan bahwa biaya polusi ini harus ditambahkan ke tarif yang saat ini dibayar Kanada.

>>> Bill Maher Sebut Trump Alami Gangguan Mental, Bela Makan Malam di Gedung Putih