China Larang AI Pacar demi Tingkatkan Angka Kelahiran
Pemerintah China resmi memberlakukan regulasi ketat yang membatasi ketergantungan emosional warga terhadap chatbot kecerdasan buatan (AI). Aturan ini secara khusus menyasar aplikasi AI companion yang dirancang menyerupai manusia.
Langkah tersebut diambil karena kekhawatiran terhadap menurunnya angka kelahiran di China. Pemerintah khawatir hubungan dengan AI akan membuat orang enggan mencari pasangan nyata dan memiliki anak.
>>> Apple Perbarui Aplikasi Android dengan Widget Layar Utama dan Berbagi ke WhatsApp
Matt Sheehan, peneliti AI China di Carnegie Endowment for International Peace, mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa pemerintah tidak ingin sebagian besar penduduk menjalin hubungan emosional mendalam dengan chatbot.
"Itu bisa mengeluarkan mereka dari pasar pernikahan, berdampak psikologis negatif, dan menyebabkan kecanduan," ujarnya.
Sheehan menambahkan bahwa pemerintah ingin mendorong hubungan nyata di dunia nyata.
Ia mempertanyakan apakah mungkin di masa depan jutaan wanita China mengaku memiliki pasangan chatbot dan tidak memiliki anak.
Aturan Baru dan Dampak Psikologis
Regulasi baru juga melarang anak di bawah umur menjalin hubungan dengan AI. Perusahaan diwajibkan memberi peringatan kepada kontak darurat pengguna jika mereka mengalami krisis mental.
Dampak psikologis dari hubungan intim dengan AI masih belum sepenuhnya dipahami.
>>> Trump Minta FIFA Larang Atlet Transgender Sebelum Piala Dunia 2031
Para peneliti dan dokter masih mempelajari fenomena yang disebut "psikosis AI", di mana pengguna berat chatbot mengalami delusi yang menguras pikiran.
Sebuah studi Stanford menemukan bahwa pesan yang menunjukkan ketertarikan romantis atau afinitas platonis cenderung diikuti percakapan yang jauh lebih panjang.
Peneliti menyimpulkan bahwa chatbot sebaiknya tidak menghasilkan pesan yang menyiratkan sentimen atau ketertarikan romantis.
Beberapa pengguna AI companion melaporkan kesedihan dan kemarahan saat chatbot mereka dihapus karena pembaruan produk.
Kasus bunuh diri juga pernah terjadi, termasuk remaja 14 tahun bernama Sewell Setzer III yang menjalin hubungan romantis dengan chatbot.
Yu Miao, wanita 27 tahun dari Provinsi Zhejiang, menyebut AI companion-nya sebagai "kekasih, teman, dan keluarga".
>>> Trump Minta FIFA Larang Atlet Transgender Sebelum Piala Dunia 2031
Ketika ByteDance menghapus AI tersebut akibat regulasi baru, ia dilaporkan depresi hingga berhenti bekerja.
Update Terbaru
Sejajar Pele dan Beckenbauer, Pau Cubarsi Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026
Senin / 20-07-2026, 18:28 WIB
8 Kemiripan Spanyol Juara Piala Dunia 2010 dan 2026: Laga Pembuka hingga Gol Penentu
Senin / 20-07-2026, 18:28 WIB
Messi Tak Pulang ke Argentina Usai Gagal di Final Piala Dunia, Ada Tugas yang Menunggu
Senin / 20-07-2026, 18:28 WIB
Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara saat Jawab Kritik Program MBG
Senin / 20-07-2026, 18:28 WIB
Kim Yoon Ju Ungkap Kwon Jung Yeol Masih Menulis Surat Cinta Setiap Anniversary
Senin / 20-07-2026, 18:27 WIB
Nobar Piala Dunia Jadi Mesin Ekonomi, Kementerian UMKM Sebut Perputaran Uang Capai Rp5 Triliun
Senin / 20-07-2026, 18:27 WIB
Samuel Sekuritas Lepas 281,29 Juta Saham Sentul City, Kini Tersisa Berapa?
Senin / 20-07-2026, 18:27 WIB
Icha Chellow, Mala Agatha, dan DJ Zhuu Siap 'Sungkem' ke Anisa Bahar: Janji Tidak Ulangi Aksi Ubah Lirik Vulgar
Senin / 20-07-2026, 18:26 WIB
Kortas Tipikor Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Pengadaan Batu Bara
Senin / 20-07-2026, 18:21 WIB
Menteri Urusan Muslim Singapura Mundur Akibat Skandal Perempuan
Senin / 20-07-2026, 18:21 WIB
OTT Bupati Lombok Barat, KPK Amankan Uang Ratusan Juta
Senin / 20-07-2026, 18:21 WIB
Matangkan Persiapan Asian Games, KOI Gelar Rapat Anggota Luar Biasa
Senin / 20-07-2026, 18:21 WIB
Ibu-ibu Terinspirasi MPASI dari Menu Haaland, Ini Wanti-wanti Dokter
Senin / 20-07-2026, 18:21 WIB







