Menu makan penyerang Manchester City Erling Haaland belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Warganet berseloroh bahwa menu tersebut cocok dijadikan inspirasi makanan pendamping ASI (MPASI).

Seorang pengguna Threads menulis, "Mamanya Haaland gamau bagi-bagi tips MPASI sama makannya kah? Ni bocah dimakanin apa pas kecil."

>>> Prabowo Naikkan Tarif Lepas Status WNI Jadi Rp5 Juta per Agustus

Komentar lain berbunyi, "Ibu-ibu MPASI saat ini, 'Makan yang bener biar kaya Haaland', 'Minum susu biar kaya Haaland', 'Ayo rajin olahraga jangan males biar kaya Haaland'."

Peringatan Dokter soal MPASI ala Haaland

Dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata mengingatkan bahwa kebutuhan gizi atlet profesional sangat berbeda dengan kebutuhan bayi maupun orang dewasa pada umumnya.

Pola makan Haaland umumnya memiliki kandungan protein tinggi, karbohidrat, dan lemak sehat.

"Meski terlihat bergizi, komposisi ini disusun berdasarkan kebutuhan fisiologis seorang atlet, bukan bayi yang baru mulai mengenal makanan pendamping," jelas Johanes kepada CNNIndonesia.

com, Senin (20/7).

Johanes menjelaskan bahwa MPASI diberikan kepada bayi berusia enam bulan ke atas untuk melengkapi kebutuhan gizi yang tidak lagi dapat dipenuhi hanya dari ASI.

Sistem pencernaan bayi masih berkembang, sehingga pemberian MPASI harus bertahap sesuai usia.

Tahapan MPASI meliputi: usia 6-8 bulan makanan bertekstur lumat seperti puree; usia 9-11 bulan makanan cincang halus atau finger food; usia 12-23 bulan mulai mengonsumsi makanan keluarga dengan potongan sesuai.

>>> 11 Tahun Beroperasi, Pabrik Isuzu Karawang Produksi 300 Ribu Unit

Bayi tidak memerlukan makanan berkalori sangat tinggi seperti yang dikonsumsi Haaland.

Johanes mengingatkan bahwa asupan kalori dan protein berlebihan pada bayi tidak baik karena meningkatkan risiko overweight dan obesitas.