Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut FIFA menerapkan larangan bagi atlet transgender sebelum Amerika Serikat memberikan jaminan pemerintah untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Wanita 2031.

Tuntutan itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, seperti dikutip Politico.

>>> Demokrat Sulit Manfaatkan Ketidakpuasan terhadap Trump untuk Pemilu 2026

Giuliani menegaskan bahwa kebijakan tersebut menjadi syarat krusial yang dapat membahayakan peluang Amerika menjadi tuan rumah jika FIFA menolak mematuhinya.

"Penting bahwa Piala Dunia Wanita tidak melanggar kebijakan Amerika Serikat, yaitu bahwa wanita bermain di Piala Dunia Wanita, bukan pria biologis," kata Giuliani.

Ia menambahkan bahwa kepatuhan terhadap kebijakan ini akan menjadi prasyarat utama sebelum diskusi formal mengenai logistik turnamen dimulai.

"Itu adalah salah satu hal yang menurut kami akan sangat penting untuk memastikan semuanya baik sebelum pembahasan jaminan pemerintah dimulai," ujarnya.

Pemerintah AS meyakini jika kebijakan itu diterapkan, proses organisasi turnamen akan berjalan lebih cepat.

"Jika kebijakan itu sudah ada, saya yakin diskusi akan berjalan cukup cepat," lanjut Giuliani.

>>> George Russell Hadapi Masalah Kecepatan Lurus di Kualifikasi Spa

Meskipun terjadi perbedaan kebijakan, para pejabat pemerintahan tetap optimistis terhadap prospek menjadi tuan rumah dan merencanakan perluasan lokasi pertandingan di seluruh negeri.

"Saya tahu mereka sudah memberi tahu presiden bahwa AS akan mendapatkan Piala Dunia pada 2031, dan itu seharusnya luar biasa," kata Giuliani.

Turnamen ini diperkirakan akan memiliki pilihan venue yang berbeda dibandingkan turnamen pria yang saat ini berlangsung di Amerika Utara.

"Saya pikir akan terlihat sedikit berbeda dari yang ini," ujar Giuliani.

Tim administrasi memperkirakan bahwa penyelenggaraan turnamen akan membawa sepak bola wanita internasional ke sejumlah kota baru di Amerika.

>>> Link Live Streaming Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026

"Saya pikir akan luar biasa. Mungkin melibatkan beberapa kota yang berbeda," pungkas Giuliani.