Pelaksana tugas Menteri Urusan Muslim Singapura, Muhammad Faishal Ibrahim, mengundurkan diri dari kabinet dan parlemen setelah tersandung skandal perempuan.

Pengunduran diri itu diserahkan pada Senin (20/7) setelah Kantor Perdana Menteri Lawrence Wong menerima laporan tentang interaksi tidak pantas Faishal dengan seorang perempuan.

>>> OTT Bupati Lombok Barat, KPK Amankan Uang Ratusan Juta

Wong mengatakan masalah ini diketahui sekitar sebulan lalu ketika kantornya menerima email dari perempuan tersebut mengenai interaksinya dengan Faishal.

Baik Faishal maupun perempuan itu sama-sama melayangkan gugatan pelecehan. Namun, polisi menyimpulkan tidak ada tuntutan pidana terhadap keduanya.

Meski tidak ada pidana, Wong menanyakan kelayakan Faishal sebagai politikus dan pemegang jabatan publik.

Faishal mengakui perilakunya tidak memenuhi standar yang diharapkan dan mengajukan pengunduran diri.

Dalam surat kepada Wong, Faishal mengklaim ada situasi terkait tindakannya terhadap seorang perempuan. Ia mengakui adanya kesalahan penilaian dan kegagalan menetapkan batasan yang jelas.

Faishal menyadari perilakunya tidak sesuai dengan tanggung jawab yang dipercayakan, sehingga ia memutuskan mundur dari politik untuk fokus pada keluarga.

Faishal memulai karier politik pada 2006. Ia diangkat sebagai menteri negara untuk pembangunan nasional dan urusan dalam negeri pada 2020.

>>> Matangkan Persiapan Asian Games, KOI Gelar Rapat Anggota Luar Biasa

Ia ditunjuk menggantikan Masagos Zulkifli sebagai pelaksana tugas menteri urusan Muslim setelah pemilu 2025 dan masuk dalam komite eksekutif pusat Partai Tindakan Rakyat (PAP).

Zaqy Mohamad, menteri negara senior untuk pertahanan dan keberlanjutan serta lingkungan hidup, akan menggantikan Faishal sebagai plt menteri urusan Muslim.

Empat anggota parlemen lain di daerah pemilihan Marine Parade-Braddell Heights akan terus melayani warga di Kembangan yang sebelumnya diwakili Faishal.

Faishal sudah menikah dan memiliki dua anak. Pengunduran dirinya menjadi salah satu skandal politik terbesar di Singapura sejak Juli 2023.

Pada Juli 2023, tiga anggota parlemen mengundurkan diri setelah perselingkuhan mereka terungkap, termasuk Ketua Parlemen Tan Chuan-Jin dan anggota parlemen Cheng Li Hui.

Perdana Menteri saat itu, Lee Hsien Loong, mengaku mengetahui perselingkuhan tersebut setelah pemilu 2020 dan menasihati keduanya untuk mengakhiri hubungan.

>>> Ibu-ibu Terinspirasi MPASI dari Menu Haaland, Ini Wanti-wanti Dokter

Dua hari setelah skandal Tan dan Cheng, anggota parlemen Partai Pekerja Leon Perera dan pemimpin senior Nicole Seah juga mengundurkan diri setelah video Perera mengelus tangan Seah di restoran beredar.