Saham SpaceX mengalami penurunan signifikan pada Jumat, 17 Juli 2026, dengan harga penutupan mencapai rekor terendah sepanjang masa di $123,99.

Penurunan 5,4 persen tersebut merupakan hari keenam berturut-turut saham perusahaan antariksa itu merosot, sehingga menembus harga perdana (IPO) sebesar $135 pada Juni lalu.

>>> Bill Maher Sebut Trump Alami Gangguan Mental, Bela Makan Malam di Gedung Putih

Sejak debutnya di bursa, saham SpaceX telah kehilangan sekitar 45 persen nilainya dari puncak $225,64.

Tekanan dari Sektor AI dan Uji Terbang Batal

Penurunan ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran di sektor semikonduktor serta pembatalan uji terbang Starship pada Kamis lalu.

Elon Musk, CEO SpaceX, mengonfirmasi bahwa beberapa mesin tidak menyala sehingga menyebabkan pembatalan otomatis sesaat sebelum peluncuran dijadwalkan.

Di sisi lain, pasar tengah melakukan penilaian ulang terhadap belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI), yang ikut menekan saham SpaceX karena valuasinya terkait dengan AI.

>>> Rumah Saquon Barkley di Pennsylvania Dibobol Maling, Keluarga Selamat

Tekanan finansial juga bertambah setelah perusahaan menerbitkan surat utang senior senilai $25 miliar pada akhir Juni untuk membayar pinjaman jembatan yang digunakan dalam penggabungan xAI dan X ke dalam SpaceX.

Kinerja Keuangan dan Starlink

Meskipun harga saham terpuruk, laporan keuangan menunjukkan SpaceX mencatat pendapatan $18,7 miliar pada 2025, namun mengalami kerugian bersih $4,9 miliar.

Segmen internet satelit Starlink menjadi kontributor utama dengan pendapatan $11,4 miliar atau 61 persen dari total pendapatan.

>>> 8 Polisi Chicago Terancam Dipecat karena Penipuan Pinjaman PPP

Hingga akhir Maret 2026, jumlah pelanggan Starlink mencapai 10,3 juta.