Saham SpaceX untuk pertama kalinya jatuh di bawah harga initial public offering (IPO) sebesar $135 pada Rabu, 15 Juli 2026.

Penurunan ini terjadi seiring menurunnya antusiasme pasar dan meningkatnya tekanan short selling.

>>> Investor Beralih ke Saham Luar Angkasa Alternatif Setelah Penurunan SpaceX

Saham yang sempat menyentuh $225 setelah debut bersejarah bulan lalu, kini terperosok ke level terendah intraday sebelum ditutup di $135,27.

Menurut data S3 Partners, investor bearish meningkatkan short interest menjadi 185 juta saham, setara 29% dari saham publik SpaceX, dengan nilai sekitar $25 miliar.

SpaceX mengumpulkan total $86 miliar saat debut pasar, menjadikannya IPO terbesar dalam sejarah dengan valuasi awal $2,2 triliun.

Perusahaan berbasis di Texas ini baru saja masuk indeks Nasdaq-100, namun kini menghadapi masa lockup yang akan segera berakhir, berpotensi melepas lebih banyak saham ke pasar.

Short Seller Terus Bertambah

Matthew Unterman, kepala riset S3, mencatat meningkatnya skeptisisme terhadap kinerja saham. "Kami melihat permintaan berkelanjutan dari short seller yang membangun posisi spekulatif sejak IPO," ujarnya.

Para pedagang ritel di forum Wall Street Bets mengungkapkan frustrasi dan kehati-hatian atas kerugian mereka setelah koreksi dramatis saham.

"Tidak ada yang bisa meramalkan ini," kata seorang pengguna Reddit.

Penurunan ini berdampak parah pada investor ritel yang menggunakan rekening pensiun mereka untuk membeli opsi beli.

"Gila bahwa orang tahu valuasi yang sangat membengkak tetapi tetap beli," kata pengguna Reddit lain.

>>> Wahana NASA New Horizons Bangun dari Hibernasi Terpanjang di Sabuk Kuiper

Beberapa anggota forum membandingkan perilaku pasar SpaceX dengan perusahaan teknologi bernilai tinggi lainnya.