Penurunan harga saham SpaceX sejak IPO di Nasdaq pada 12 Juni mendorong investor untuk mengevaluasi kembali saham perusahaan luar angkasa alternatif.

Ekonomi luar angkasa global diproyeksikan mencapai hingga $1,8 triliun dalam satu dekade ke depan.

>>> Wahana NASA New Horizons Bangun dari Hibernasi Terpanjang di Sabuk Kuiper

Harga saham SpaceX turun sekitar 11 persen hingga 14 Juli, mengurangi kapitalisasi pasarnya menjadi $1,85 triliun dari $2,1 triliun saat debut.

Menurut laporan MarketBeat dan Twelfth Magpie, sebagian modal dan perhatian yang beralih dari perusahaan luar angkasa kecil selama IPO kini kembali ke pesaing yang layak di sektor ini.

Kinerja Alternatif Saham Luar Angkasa

Rocket Lab, yang baru saja bergabung dengan indeks Nasdaq-100, mengalami penurunan 21 persen selama 30 hari hingga 13 Juli karena saat ini belum meraih profitabilitas.

Perusahaan ini telah mengamankan akuisisi Iridium Communications senilai $8 miliar untuk memperluas jaringan komunikasi satelitnya, sementara bisnis jasa luar angkasanya menjadi kontributor pendapatan terbesar.

Rocket Lab dijadwalkan meluncurkan roket Neutron medium-lift yang dapat digunakan kembali pada akhir 2026, bertujuan bersaing langsung dengan SpaceX untuk kontrak konstelasi yang lebih besar.

Perusahaan telah mengamankan kontrak untuk lima misi Neutron khusus, serta pemesanan untuk 31 peluncuran Electron dan HASTE baru.

>>> Pria Lumpuh Kembali Bisa Gerakkan Tangan dan Rasakan Sentuhan Berkat Implan Otak

AST SpaceMobile mengembangkan jaringan broadband seluler berbasis luar angkasa dan memperkirakan pendapatan tahun penuh 2026 mencapai antara $150 juta hingga $200 juta, didukung kemitraan dengan Verizon dan AT&T.

Perusahaan berencana memiliki sekitar 45 satelit BlueBird di orbit pada akhir 2026, dengan analis Wall Street memperkirakan profitabilitas pada 2028 meskipun tingkat pembakaran kas saat ini tinggi.