Investor SpaceX Menyesali Kerugian Besar Akibat Saham Anjlok
Saham SpaceX milik Elon Musk terus merosot ke level terendah sepanjang masa pekan ini.
Harga saham bertahan di bawah US$136, hanya sedikit di atas harga IPO US$135.
>>> PHK Xbox Hantam Bethesda, Pengembangan Fallout dan Elder Scrolls Makin Sulit
Angka tersebut jauh di bawah harga pembukaan US$150 saat perusahaan melantai di bursa bulan lalu. Dalam lima hari terakhir, saham turun hampir sembilan persen.
Dibandingkan rekor tertinggi US$225, saham SpaceX kini terpuruk hampir 40 persen. Penurunan ini menjadi pukulan telak bagi investor yang berani mengambil risiko besar.
Seorang pengguna Reddit mengaku kehilangan ratusan ribu dolar dari dana pensiun Roth IRA-nya.
Ia membeli opsi saham SpaceX di harga US$160 dan US$145, yang berujung kerugian besar.
"Roth IRA saya turun 25 persen, saya melakukan beberapa perdagangan opsi di Robinhood yang juga berbalik arah," keluhnya di forum Wall Street Bets.
Tanda-tanda koreksi pasar sebenarnya sudah terlihat sejak awal. SpaceX go public dengan valuasi triliunan dolar meskipun merugi miliaran dolar per kuartal, menjamin volatilitas tinggi.
>>> Lokasi Pure Quartz dan Hexolite Quartz di Palworld
Bahkan komunitas Wall Street Bets yang dikenal agresif pun menggelengkan kepala. "Tidak ada yang bisa meramalkan ini," tulis seorang pengguna secara sinis.
"Gila bahwa orang tahu valuasi yang sangat membengkak tetapi tetap beli," tambah yang lain. "Satu-satunya langkah menang adalah tidak bermain."
Analis telah lama memperingatkan bahwa investasi di SpaceX adalah taruhan pada Musk sendiri.
Valuasi besar hanya masuk akal jika percaya visinya tentang pusat data AI di luar angkasa dan kota di Mars.
Menurut Reuters, pencatatan saham SpaceX berubah menjadi "uji kepercayaan." Kini setelah harga jatuh di bawah IPO, investor mulai sadar.
"Ini memperkuat narasi bahwa saham naik karena omong kosong, spekulasi, dan bukan fundamental nyata," kata Matthew Maley, kepala strategi pasar Miller Tabak.
>>> Cara Nonton Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Greg Halter dari Carnegie Investment Counsel menambahkan, siapa pun yang membeli awal dengan harapan "meraup untung besar" akan kecewa.
Update Terbaru
Christopher Nolan Pilih The Odyssey Usai Oppenheimer: Peluang Mendebarkan yang Belum Pernah Ada
Kamis / 16-07-2026, 02:01 WIB
Perubahan Toko Crunchyroll Makin Parah: Pelanggan Fan Hanya Bisa Lihat, Tak Bisa Beli
Kamis / 16-07-2026, 02:01 WIB
Hiroyasu Kobayashi, SAFEHOUSE, AREA35 Umumkan Anime Tiny Metal: Zero Line
Kamis / 16-07-2026, 02:00 WIB
Deportasi AS Capai Rekor Tertinggi di Bawah Pemerintahan Trump
Kamis / 16-07-2026, 02:00 WIB
Christopher Griffith Balas Kritik Cardi B soal Tuduhan ke Stefon Diggs
Kamis / 16-07-2026, 02:00 WIB
Komisaris NBA Didorong Suspensi Pemain WNBA, Klub Bantah
Kamis / 16-07-2026, 01:56 WIB
Texas Rangers Pindahkan Siaran ke BZZR Setelah Kemitraan dengan Victory Berakhir
Kamis / 16-07-2026, 01:56 WIB
Taylor Frankie Paul Sebut Whitney Leavitt Hater Terbesarnya
Kamis / 16-07-2026, 01:55 WIB
Dunkin' dan Parke Luncurkan Koleksi Minuman serta Pakaian Terbatas
Kamis / 16-07-2026, 01:51 WIB
Stefon Diggs Bantah Tuduhan Melecehkan Pria: Itu Sepenuhnya Salah
Kamis / 16-07-2026, 01:51 WIB
Kim Kardashian Beli Ford Bronco Vintage Rp4,6 Miliar untuk Rumah Musim Panas
Kamis / 16-07-2026, 01:50 WIB
Ibu Tersangka Pembunuh Anak Minta Saksi Ibu dengan Depresi Postpartum
Kamis / 16-07-2026, 01:50 WIB
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
Kamis / 16-07-2026, 01:49 WIB
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
Kamis / 16-07-2026, 01:49 WIB







