Saham SpaceX ditutup melemah 1,5% ke level US$134 pada Rabu (16/7), turun untuk pertama kalinya di bawah harga perdana (IPO) sebesar US$135.

Penurunan ini terjadi hanya sebulan lebih setelah SpaceX menyelesaikan IPO terbesar dalam sejarah.

>>> Dua Pembunuh Bayaran Tuding Mantan Pejabat Malta Terlibat Pembunuhan Jurnalis

Kapitalisasi pasar perusahaan roket dan kecerdasan buatan yang dipimpin Elon Musk itu kini menyusut menjadi US$1,75 triliun, turun dari puncak US$2,6 triliun pada bulan lalu.

Koreksi harga ini menghapus keuntungan investor yang membeli saham di harga IPO, setelah sebelumnya valuasi SpaceX sempat melampaui raksasa teknologi seperti Microsoft dan Amazon.

Faktor Tekanan Pasar

Penurunan terjadi di tengah kekhawatiran pasar atas valuasi teknologi yang tinggi, potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve, serta pendanaan infrastruktur kecerdasan buatan yang berbasis utang.

SpaceX baru saja mengumpulkan US$25 miliar dari pasar obligasi untuk mendanai proyek ekspansi yang padat modal.

Daniela Hathorn, analis pasar senior di Capital.

com, mengatakan tekanan jual berasal dari kombinasi aksi ambil untung, penilaian ulang valuasi, dan pembubaran posisi beli yang sangat optimistis pasca-listing.

Analis pasar menambahkan bahwa tidak ada katalis positif baru yang mampu mempertahankan antusiasme investor.

"Belum ada hal terbaru yang mengingatkan orang tentang alasan mereka membeli SpaceX," ujar Steve Sosnick, kepala analis pasar di Interactive Brokers.

>>> 50 Kode Redeem Free Fire MAX 16 Juli 2026: Klaim Diamond dan Skin Gratis

Meski penurunan harga tergolong kecil, Sosnick menekankan bahwa saham SpaceX memiliki pengaruh tidak proporsional terhadap sentimen pasar secara luas.

"Fakta bahwa saham turun beberapa dolar di bawah harga IPO bukanlah tragedi, tetapi SpaceX sangat diperhatikan dan memainkan peran penting dalam psikologi investor," katanya.