Seorang pria yang lumpuh akibat cedera tulang belakang kini bisa menyuap dirinya sendiri dan memegang cangkir berkat implan otak canggih.

Keith Thomas, warga Massapequa, New York, lumpuh dari dada ke bawah setelah kecelakaan menyelam pada 2020.

>>> Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Inggris Tersingkir

Namun, melalui sistem double neural bypass, ia kembali mendapatkan kemampuan gerakan lengan dan sensasi sentuhan.

Teknologi ini menggunakan antarmuka otak-komputer yang menerjemahkan pikiran menjadi gerakan fisik, sekaligus mengirimkan data sensorik kembali ke otak.

Sistem ini menangkap aktivitas saraf saat pasien berniat menggerakkan anggota tubuhnya, lalu mengirimkan instruksi ke lengan dan tangannya.

Sensor di ujung jari dan telapak tangan mendeteksi sentuhan dan mengirim sinyal ke area sensorik otak.

Dengan sistem loop tertutup ini, pasien dapat melakukan tugas manual yang rumit, seperti memegang kulit telur tanpa memecahkannya.

Peningkatan Fisik yang Signifikan

Setelah menjalani 35 minggu pelatihan intensif, kekuatan lengan kanan pasien meningkat 86% dan lengan kiri 62%.

Kini ia bisa melakukan tugas dasar sehari-hari secara mandiri, seperti menggaruk hidung dan menyeka wajah, yang sebelumnya mustahil dilakukan.

>>> Film 'Odyssey' Karya Christopher Nolan Picu Perdebatan Akurasi Sejarah

Tim peneliti juga menemukan bahwa teknologi ini merangsang pemulihan sistem saraf alami. Beberapa perbaikan fisik tetap bertahan bahkan saat sistem dimatikan sepenuhnya.

"Bagi saya, ini adalah momen yang luar biasa," kata Prof Chad Bouton, pengembang teknologi di Feinstein Institutes for Medical Research, bagian dari Northwell Health.

"Selama bertahun-tahun, kami ingin benar-benar mengatasi pemulihan gerakan dan indra peraba, dan menyatukan keduanya. Kami juga ingin menciptakan efek yang bertahan lama," tambah Bouton.

Ia optimistis teknologi ini akan terus berkembang dan dapat diterapkan pada jutaan orang di seluruh dunia yang membutuhkan.

Pemulihan Sensorik Jangka Panjang

Untuk meningkatkan umpan balik taktil, peneliti menerapkan terapi khusus bernama cortical mirroring. Terapi ini merangsang otak, sumsum tulang belakang, dan kulit secara bersamaan menggunakan pola sentuhan yang dibayangkan.

Rehabilitasi ini memungkinkan pasien mendapatkan kembali sensasi sentuhan alami di pergelangan tangan kanannya, yang sebelumnya mati rasa total sejak kecelakaan.

>>> xAI Gugat Pengguna yang Salahgunakan AI untuk Buat Konten Porno Anak

"Dalam pemeriksaan lanjutan, ditemukan bahwa perbaikan ini masih bertahan setelah lebih dari dua tahun. Ini sangat menggembirakan," kata Bouton.