Film epik terbaru Christopher Nolan berjudul "Odyssey" memicu perdebatan sengit mengenai akurasi sejarah dan pilihan pemeran.

Meski menuai kritik dari sejarawan militer, tiket pemutaran 70 mm IMAX film ini telah habis terjual setahun sebelumnya, seperti dilaporkan Yahoo pada 16 Juli 2026.

>>> xAI Gugat Pengguna yang Salahgunakan AI untuk Buat Konten Porno Anak

Seorang sejarawan militer yang meninjau film tersebut mencatat bahwa penggambaran prajurit Yunani kuno tidak akurat secara historis.

Namun, ia mengakui bahwa film berhasil menangkap trauma universal perang dan PTSD.

Menurut sejarawan tersebut, baju besi dan taktik dalam film lebih menyerupai mitos daripada representasi akurat sejarah militer Yunani kuno.

Ia menambahkan bahwa tradisi lisan asli Odyssey sendiri mencakup tiga konteks sejarah berbeda selama tujuh abad.

>>> Zelenskyy Bela Pemecatan Menteri Pertahanan Ukraina

Profesor John Ma dari Columbia University menunjukkan bahwa puisi epik tersebut menggabungkan elemen Zaman Perunggu akhir, Zaman Besi awal, dan reorganisasi abad kedelapan SM.

Gaya visual film ini juga dibandingkan dengan film "300" karya Zack Snyder tahun 2006.

Kedua sutradara lebih menyukai palet gelap, kotor, dan redup dibandingkan realitas medan perang kuno yang cerah dan penuh warna.

>>> Groundbreaking LNG Abadi Masela Dimulai, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Produksi

Sejarawan militer mengkritik akurasi sejarah film Odyssey Nolan sambil memuji penggambaran PTSD masa perang yang mendalam.