Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada perdagangan Kamis (16/7/2026).

Indeks menguat 66,23 poin atau 1,10 persen ke level 6.108,20.

>>> Sempat Memanas di Semifinal Piala Dunia 2026! Ini Penjelasan Lengkap Jude Bellingham Soal Adu Mulut dengan Lionel Messi

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat di level 6.056,74.

Meski sempat terkoreksi hingga menyentuh level terendah harian di 6.024,35, indeks berhasil berbalik arah dan ditutup di level tertinggi hari ini.

Kenaikan IHSG ditopang oleh 385 saham yang berakhir menguat. Sementara itu, 254 saham melemah dan 326 saham lainnya stagnan.

Seluruh Sektor Menguat, Teknologi Pimpin Kenaikan

Seluruh indeks sektoral berakhir di zona hijau.

Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 1,94 persen, disusul sektor barang baku naik 1,57 persen, properti 1,31 persen, infrastruktur 1,19 persen, dan keuangan 0,92 persen.

Sektor energi menguat 0,74 persen, kesehatan 0,53 persen, barang konsumsi nonprimer 0,51 persen, transportasi 0,37 persen, industri 0,29 persen, dan barang konsumsi primer naik 0,17 persen.

>>> 5 Inovasi Saraf Bionik 2026 yang Bantu Otak Proses Suara Nyata

Aktivitas perdagangan cukup aktif dengan total volume transaksi mencapai 26,52 miliar saham dan frekuensi 2,27 juta kali transaksi.

Nilai transaksi di seluruh pasar tercatat Rp13,33 triliun.

Saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menjadi yang paling ramai diperdagangkan dengan 2,6 miliar saham berpindah tangan melalui 218.322 kali transaksi.

RANS juga mencatat nilai transaksi terbesar, yakni Rp734,2 miliar.

Nilai transaksi RANS melampaui saham perbankan berkapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang membukukan transaksi Rp581,4 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp564,8 miliar.

Berdasarkan volume perdagangan, RANS tetap di posisi teratas.

>>> Belasan Teman Seangkatan Jokowi di UGM Siap Jadi Saksi di Sidang Dokter Tifa

Posisi berikutnya ditempati PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDL), dan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI).