Electronic Frontier Foundation (EFF), organisasi nirlaba yang memperjuangkan privasi digital dan kebebasan berekspresi, bereaksi keras terhadap keputusan Sony untuk menghentikan penjualan game fisik PlayStation pada 2028.

Dalam sebuah unggahan blog, EFF menyebut langkah tersebut sebagai "serangan terbaru terhadap hak kita yang semakin berkurang" untuk mengakses dan menikmati budaya secara digital.

>>> Epic Games Matikan Server Fortnite untuk Patch 41.20

Rory Mir, direktur keterlibatan akses terbuka dan komunitas teknologi EFF, mengatakan bahwa keputusan Sony mengikuti "cara lama" yang digunakan industri film, TV, dan musik.

"Mereka menarik pelanggan dengan kemudahan unduhan digital, lalu membatasi akses fisik dan mengubah arti 'memiliki' sebuah media," ujar Mir.

Menurut Mir, tujuan akhirnya adalah menjadikan pelanggan sebagai penyewa yang harus membayar langganan secara rutin untuk mendapatkan akses.

EFF juga menyoroti bahwa akses internet berkecepatan tinggi diperlukan untuk mengunduh game digital dalam waktu yang wajar, yang merugikan mereka yang tinggal di daerah dengan koneksi buruk.

Di Amerika Serikat, akses internet masih "memprihatinkan" menurut EFF.

>>> Hasil Piala AFF Wanita: Sempat Unggul, Indonesia Ditahan Kamboja

Selain itu, media fisik memberikan "hak jual pertama" yang memungkinkan konsumen menjual kembali barang yang dibeli, sesuatu yang tidak bisa dilakukan di pasar digital murni.

EFF memperingatkan bahwa peralihan ke pembelian digital akan mengunci gamer ke dalam model langganan, membuat akses mereka sepenuhnya bergantung pada distributor.

Meskipun banyak reaksi negatif terhadap keputusan Sony, perusahaan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan mengubah pendekatannya.

Rockstar Games juga belum bergeming setelah mengumumkan bahwa GTA 6 akan dirilis secara digital saja.

Beberapa analis berpendapat bahwa konsumen harus terbiasa dengan perubahan ini, seperti saat Apple menghapus drive CD dari laptopnya.

>>> Transfer Uang ke Luar Negeri Pakai BRImo, Cashback Hingga Rp50 Ribu

Namun, EFF menegaskan bahwa para gamer berhak membunyikan alarm dan harus memperjuangkan kepemilikan digital sebelum semuanya terlambat.